padangtime.com – Universitas Negeri Padang (UNP) melalui UPT Diklat dan Sertifikasi bekerja sama dengan Pusdiklat PKU Muhammadiyah Jakarta menggelar pembukaan resmi Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) fase luring di UNP Hotel.
Wakil Rektor Bidang SDM dan Inovasi UNP, Prof. Dr. Ir. Anni Faridah, M.Si., membuka kegiatan tersebut mewakili Rektor UNP. Hadir dalam acara itu Wakil Dekan Bidang Keuangan, Sumber Daya, Kerja Sama, dan Umum Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UNP, Dr. Ns. Armaita, S.Kep., SKM., M.Si., serta Kepala Departemen Ilmu Keperawatan FPK UNP, Dr. Ns. Linda Marni, S.Pd., S.Kep., M.M.Kes.
Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan
Kepala UPT Diklat dan Sertifikasi UNP, Dr. Zikri Alhadi, S.IP., M.A., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Sementara itu, Kepala Pusdiklat PKU Muhammadiyah Jakarta, Ns. Dewi Adnan, M.Kep., Sp.KMB., memberikan sambutan sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
Pelatihan BTCLS berlangsung pada 9–14 Juni 2026. Program ini memadukan pembelajaran daring dan luring. Sebanyak 79 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari lingkungan UNP dan berbagai instansi yang bergerak di bidang kesehatan dan keperawatan.
Peserta mengikuti berbagai materi penting, mulai dari pre-test melalui LMS, bantuan hidup dasar, penggunaan Automated External Defibrillator (AED), manajemen jalan napas dan pernapasan, penanganan trauma, manajemen syok, elektrokardiografi (EKG), aritmia, defibrilasi, triase, hingga transportasi pasien gawat darurat.
Selain itu, peserta menjalani skill station, ujian keterampilan, post-test, evaluasi, dan sesi penutupan sebagai bagian dari rangkaian pelatihan.
Dukung Profesionalisme dan Sertifikasi
Dalam laporannya, Dr. Zikri Alhadi menjelaskan bahwa pelatihan dan sertifikasi BTCLS menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi profesional tenaga kesehatan. Program tersebut juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan mengenai pelatihan terakreditasi, e-sertifikat, dan Satuan Kredit Profesi (SKP).
Ns. Dewi Adnan menambahkan bahwa kompetensi kegawatdaruratan tidak hanya membutuhkan pengetahuan. Tenaga kesehatan juga harus memiliki keterampilan praktik, ketenangan, kemampuan mengambil keputusan secara cepat, serta kemampuan bekerja dalam tim.
Perkuat Kolaborasi dan Pengembangan SDM
Dalam arahannya, Prof. Anni Faridah menekankan pentingnya berbagai program pelatihan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia. Menurutnya, kegiatan serupa perlu terus berlangsung secara berkelanjutan, baik untuk sivitas akademika UNP maupun masyarakat luas.
Pelatihan BTCLS juga menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara UNP dan Pusdiklat PKU Muhammadiyah Jakarta. Kedua pihak berkomitmen mengembangkan kolaborasi dalam berbagai program pelatihan lainnya.
Program yang direncanakan meliputi pelatihan kegawatdaruratan lanjutan, patient safety, manajemen bencana bidang kesehatan, Training of Trainer (ToT), sertifikasi kompetensi tenaga kesehatan, serta pengembangan kurikulum pelatihan berbasis kebutuhan lapangan.
Melalui kegiatan ini, UNP menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. (humas unp)
















