padangtime.com – Universitas Negeri Padang (UNP) mulai mengarahkan penyusunan program kerja 2027 agar mampu memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, masyarakat, industri, dan bangsa. Senior Eksekutif UNP, Prof. Ganefri, Ph.D., menegaskan setiap unit kerja harus mengutamakan dampak, bukan sekadar mengejar jumlah kegiatan maupun penyerapan anggaran.
Ganefri menyampaikan arahan tersebut dalam Rapat Kerja Penyusunan Program Kerja dan Anggaran UNP 2027 bertema Mewujudkan Program Kerja UNP Berdampak: Inovasi, Kolaborasi, dan Tata Kelola Menuju World Class Entrepreneurial University, Senin (20/7/2026).
Menurut Ganefri, perkembangan kecerdasan buatan, ekonomi digital, ekonomi hijau, bonus demografi, dan persaingan global menuntut perguruan tinggi mempercepat transformasi. Karena itu, UNP harus menghadirkan program yang relevan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.
Ganefri menegaskan bahwa UNP harus mengubah paradigma penyusunan program kerja. Setiap unit tidak lagi berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mengarahkan program untuk menciptakan hasil, dampak, dan nilai tambah. Ia menilai keberhasilan program bergantung pada peningkatan kompetensi mahasiswa, lahirnya inovasi, menguatnya kemitraan, serta terciptanya manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Selanjutnya, Ganefri memaparkan lima pilar transformasi UNP, yaitu Academic Excellence, Research and Innovation, Internationalization, Entrepreneurial Ecosystem, dan Good University Governance. Melalui lima pilar tersebut, UNP memperkuat langkah menuju World Class Entrepreneurial University.
Selain itu, Ganefri meminta setiap unit kerja merancang program yang mampu menjawab persoalan, menawarkan solusi, menetapkan indikator keberhasilan, menghasilkan dampak yang terukur, menjangkau penerima manfaat secara jelas, serta menjaga keberlanjutan program setelah pendanaan berakhir. Dengan pendekatan tersebut, UNP ingin menghadirkan program yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak luas bagi masyarakat.

















