Perempuan asal Belanda, Marlou Geraedts (24), mengunjungi PT Semen Padang, Senin (14/9/2026). Ia datang untuk menelusuri jejak keluarganya yang memiliki keterkaitan dengan fase awal berdirinya industri semen di Indonesia pada 1910.
Dalam kunjungan tersebut, Marlou mendatangi Pusat Kearsipan PT Semen Padang dan Pabrik Indarung I. Kedua lokasi itu menyimpan bagian penting dari perjalanan panjang perusahaan yang kini telah berkembang selama lebih dari satu abad.
Marlou merupakan generasi kelima dalam garis keturunan Jan Cornelis Veth atau Jan Veth. Ia berasal dari garis Cornelis Gerard, salah satu putra Jan Veth. Cornelis Gerard merupakan saudara Bastiaan “Bas” Veth dan Franz Herman Veth yang dikenal sebagai pendiri Firma Gebroeders Veth.
Firma tersebut bergerak di bidang kopi dan kertas serta memiliki keterkaitan dengan permodalan pendirian Nederlandsch-Indische Portland Cement Maatschappij (NIPCM), yang kemudian menjadi PT Semen Padang.
Menariknya, Indonesia bukan tujuan awal perjalanan Marlou ke Asia Tenggara. Ia memutuskan datang setelah mendapat informasi dari ibunya mengenai sejarah keluarganya di Padang.
“Saya ingin mengetahui lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi pada masa itu dan memahami sejarah tersebut dari sumbernya secara langsung,” ujarnya.
Di pusat arsip, Marlou mempelajari sejumlah dokumen, termasuk informasi mengenai proses pembebasan lahan pada masa awal pembangunan kawasan pabrik. Selanjutnya, ia melihat langsung Pabrik Indarung I dan mendapat penjelasan mengenai sejarah serta perkembangan industri semen.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kedatangan Marlou menunjukkan sejarah perusahaan masih menarik perhatian generasi keturunan keluarga yang berkaitan dengan perjalanan awal Semen Padang. (pt/teamhumas)
#viral #trending #fyp #sumbar #padang #padangtime

















