Kondisi Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar Saat Covid- 19

0
3409
Rafika Harti Madya Sari Mahasiswa Universitas Islam Riau Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ads

Oleh : Rafika Harti Madya Sari Mahasiswa Universitas Islam RiauPendidikan Guru     Sekolah Dasar

PadangTIME.com – Covid-19 menjadi pembicaraan yang tengah ramai di belahan bumi manapun, covid-19 masih mendominasi ruang publik. Dalam waktu singkat saja, namanya masih menjadi trending topik, dibicarakan di sana-sini, dan diberitakan secara masif di media cetak maupun elektronik, Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.Karena Indonesia sedang melakukan PSBB, maka semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah harus dihentikan sampai pandemi ini mereda, terlebih lagi pada dunia pendidikan  di  Indonesia  saat  ini  sedang  menghadapi permasalahan  terbesar yaitu adanya pandemi covid- 19 Peralihan ke proses pembelajaran dari rumah yang belum pernah terjadi sebelumnya berdampak luar biasa terhadap murid, orang tua, dan guru di seluruh negeri. Keadaan ini sekaligus mengungkap jurang pendidikan antardaerah dan latar sosial-ekonomi di Indonesia.  yang mengakibatkan proses pembelajaran terbatas dari pembelajaran yang biasa  di lakukan secara tatap muka harus berahli ke pembelajaran jarak jauh. Tidak adanya  proses  pembelajaran  tatap  muka  secara  langsung  di  sekolah  tentu  akan  menyulitkan  guru  dalam menyampaikan  materi  pembelajaran.  Tidak  hanya  guru,  siswajuga  mengalami  kesulitan  yang  sama  dalam memahami materi. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut seperti kurangnya fasilitas yang dimiliki oleh  siswaterutama  pada  siswa  sekolah  dasar  dimana mereka  sebelumnya  masih  banyak  yang  belum  mempunyai  alat  komunikasi  yang  baik  seperti smartphonekemudian penggunaan internet untuk melakukan proses pembelajaran daring. Terkait hal itu, sudah menjadi  tugas bersama yang harus segera diselesaikan, bukan hanya pemerintah namun sekolah dan guru ikut andil dalam hal ini serta harusmemiliki inovasi tersendiri agar terciptanya proses pembelajaran yang diharapkan meskipun dalam situasi seperti ini.

Pada tanggal 24 maret 2020 Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid. Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa proses belajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dengan tujuan untuk memenuhi standar pendidikan melalui pemanfaatan Tekonologi Informasi dengan menggunakan perangkat komputer atau gadget yang saling terhubung antara siswa dan guru.

Pembelajaran yang dilaksanakan pada sekolah dasar juga menggunakan pembelajaran daring/jarak jauh dengan melalui bimbingan orang tua. Dengan pembelajaran daring siswa memiliki keleluasaan waktu belajar, dapat belajar kapanpun dan dimanapun. Siswa dapat berinteraksi dengan guru menggunakan beberapa aplikasi seperti classroom, video converence, telepon atau live chat, zoom maupun melalui whatsapp group. Keberhasilan dari suatu model ataupun media pembelajaran tergantung dari karakteristik peserta didiknya.

Beberapa Teknologi Informasi yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dengan menggunakan e-learning merupakan jawaban dari permasalahan yang timbul akibat pandemic covid-19 inimenjadikan inovasi/ solusi yang dimanfaatkan agar dalam pembelajaran peserta didik tidak tertinggal meski dalam situasi belajar yang tak memungkinkan untuk bertatp muka secara langsung. E-learning adalah suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan tersampaikan nya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media jaringan komputer lainnya yang bisa di akses kapan pun dan dimanapun.Dalam rangka mengatasi dampak pandemi, pemerintah telah menyepakati beragam kemitraan. Bersama kemitraan dengan perusahaan teknologi pendidikan untuk penyediaan akses gratis ke platform belajar daring dan dengan operator telekomunikasi untuk pengadaan kuota internet gratis bagi guru dan murid.

Kegiatan belajar dapat berjalan baik dan efektif sesuai dengan kreatifitas guru dalam memberikan materi dan soal latihan kepada siswa, dari soal-soal latihan yang dikerjakan oleh siswa dapat digunakan untuk nilai harian siswa. Untuk anak sekolah dasar kelas I sampai III belum dapat mengoperasikan gawai (gadget) maka dari itu dibutuhkannya kerjasama antara guru dengan orang tua. Jadi, dengan adanya kerjasama dan timbal balik antara guru, siswa dan orang tua yang menjadikan pembelajaran daring menjadi efektif. Keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran daring pada situasi pandemi Covid-19 ini adalah kemampuan guru dalam berinovasi merancang, proses pembelajaran, metode pembelajaran, dan aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode. Kreatifitas merupakan kunci sukses dari seorang guru untuk dapat memotivasi siswanya tetap semangat dalam belajar secara daring (online).

Di samping itu, kesuksesan pembelajaran daring selama masa Covid-19 ini tergantung pada kedisiplinan semua pihak. Oleh karena itu, pihak sekolah/madrasah di sini perlu membuat skema dengan menyusun manajemen yang baik dalam mengatur sistem pembelajaran daring. Yanga mana dilakukan dengan membuat jadwal yang sistematis, terstruktur dan simpel untuk memudahkan komunikasi orangtua dengan sekolah agar putra-putrinya yang belajar di rumah dapat terpantau secara efektif.

Dengan demikian, pembelajaran daring sebagai solusi yang efektif dalam pembelajaran di rumah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, physical distancing (menjaga jarak aman) juga menjadi pertimbangan dipilihnya pembelajaran tersebut. Kerjasama yang baik antara guru, siswa, orangtua siswa dan pihak sekolah/madrasah menjadi faktor penentu agar pembelajaran daring lebih efektif.(PT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini