SOSIALISASI PENGEMBANGAN PETERNAKAN AYAM BROILER  Di SOLOK SELATAN

0
212
ads

SOSIALISASI PENGEMBANGAN PETERNAKAN AYAM BROILERe

Usaha Untuk Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat

Oleh :Dr. Sosmiarti, Tim Nagari tageh Solok selatan

 PadangTIME.com – Nagari Tageh merupakan inovasi nagari yang lentur (Tageh) dalam menghadapi Pandemi Covid-19 serta memiliki kemampuan pemulihan diri dengan segera dari dampak  pandemi covid 19 yang merugikan.  Ada 10 pilar nagari tageh yakni : 1) kesehatan; 2) ekonomi; 3) pangan; 4) Pendidikan; 5) bencana; 6) social budaya; 7) informasi; 8) Bundo kandung; 9) pemuda paga nagari; dan 10) keamanan penyakit masyarakat.  Rencana usaha pemeliharaan ayam broiler ini diajukan sebagai salah satu cara pendekatan terhadap tageh dibidang ekonomi.

Usaha peternakan ayam broiler merupakan usaha yang berpontensi sangat baik, dalam menghasilkan daging dan meningkatkan pangan berprotein bagi masyarakat.Peternakan ayam broiler tumbuh dengan cepat dan dapat dipanen dalam jangka waktu yang singkat. Ayam boiler memiliki keunggulan genetik yang baik,dengan pemberian pakan yang tepat mampu menampilkan performa produksi yang maksimal. Selain faktor genetik dan pakan, keadaan kandang sangat memberikan peran yang besar dalam menentukan performa ayam boiler dan keuntungan yang diperoleh peternak.

Usaha Ayam Broiler merupakan usaha yang dapat dijalankan dengan biaya yang tidak terlalu besar, lokasi yang dibutuhkan pun tidak terlalu mahal, karena tidak perlu lokasi yang strategis asal memiliki akses jalan yang layak. Ayam itu sendiri merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat dan target penjualannya tidak susah karena ayam dapat diolah menjadi berbagai macam menu makanan, dan juga cukup terjangkau dibandingkan daging yang lainnya.  Oleh karena itu hingga saat ini, usaha peternakan ayam boiler adalah usaha yang paling cepat dan efisien untuk menghasilkan bahan pangan hewani yang baik dan bergizi tinggi, serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

  1. Tujuan

Tujuan dari usaha pemeliharaan ayam broiler ini  adalah:

  • Penyedia bahan pangan masyarakat dari daging yang dihasilkan
  • Pembelajaran bagi masyarakat bagaimana mengelola suatu usaha peternakan khususnya usaha ayam broiler
  • Dapat menjaga keberlangsungan usaha dan mengembangkannya
  • Mendapatkan keuntungan dari usaha yang dijalankan
  • Sebagai alterntif lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran

 

  1. Prasarana

            Prasarana produksi yang dibutuhkan dalam budidaya ayam broiler meliputi aspek-aspek berikut:

  1. Kandang
  • Tipe kandang portal pakai alas liter (dari sekam kayu)
  • Ukuran kandang panjang 26 m dan lebar 7 m, tiang dari bahan kayu (kayu lokal), atap seng/asbes,
  • Dinding kandang semi terbuka (setinggi 50 Cm dari bawah menggunakan bata yang diplaster, keatasnya menggunakan kawat kasa) untuk kedua sisi panjang, untuk kedua sisi lebar digunakan bata atau kayu yang ditutup rapi (Disain kandang terlampir)
  1. Alas kandang (litter)

Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Bahan Litter kandang dapat menggunakan sekam padi atau serbuk gergaji dicampur dengan sedikit pasir dan kapur pertanian, ketebalan litter disesuaikan dengan umur ayam yaitu kurang lebih 3-10 cm. Pada ayam umur 2 minggu pertama tebal litter 3 cm dan minggu selanjutnya tebal litter 5-10 cm.

  1. Indukan atau brooder

Indukan atau brooder adalah kandang khusus anak sampai umur 2 minggu dengan alat pemanas di tengah.Fungsinya seperti induk ayam yang menghangatkan anak ayamnya ketika baru menetas.Untuk bisa mengetahui suhu indukan secara tepat perlu ada termometer yang dipasang di dalam indukan.Akan tetapi demi praktisnya, guna mengetahui keadaan panas yang baik ini, para peternak cukup mengawasi tingkah laku atau penyebaran anak ayam yang berada dalam indukan. Sebab, apabila: (a) suhu dalam indukan terlalu dingin, maka ayamakan berkumpul dan berjejal-jejal mendekati sumber pemanas; (b) suhu indukan memadai atau dalam keadaan baik, maka ayam tadi akan tersebar merata dan aktif mencari makan; dan (c) suhu indukan terlalu panas, maka ayam akan menjauhi sumber pemanas dan mereka akan mendekati, berhimpit dibagian tepi indukan.

  1. Tempat pakan dan minum

Tempat pakan dan minum dapat dibeli dari toko penyedia sarana produksi peternakan (poultry shop) atau membuat sendiri dari bahan yang mudah diperoleh di lokasi peternakan seperti bambu, alumunium, plastik, dan sebagainya.

  1. Faktor Produksi yang digunakan

Fadillah (2004) menyatakan bahwa faktor-faktor produksi yang digunakan dalam usaha peternakan ayam ras pedaging adalah bibit ayam, pakan, tenaga kerja, obat-obatan, vaksin, dan vitamin serta bahan penunjang (sekam, listrik, dan bahan bakar, dengan rincian berikut:

  1. Bibit ayam

Ada beberapa ciri bibit ayam ras pedaging berkualitas, yaitu : (a) anak ayam yang sehat dan bebas dari penyakit; (b) berasal dari induk yang matang umur; (c) anak ayam terlihat aktif, mata cerah dan lincah; (d) anak ayam memiliki kekebalan dari induk yang tinggi; (e) bulu cerah, tidak kusam dan penuh; (f) anus bersih, tidak ada kotoran atau pasta putih; (g) keadaan tubuh ayam normal; dan (h) berat anak ayam sesuai dengan standar strain, biasanya di atas 37 g per ekor.

  1. Pakan

Rasyaf (2004), pakan ayam ras pedaging terdiri dari tiga bentuk, yaitu : a) mash atau tepung, biasanya diberikan kurang dari dua minggu; b) crumble atau butiran halus, diberikan untuk ayam ras pedaging saat masa awal sampai masa pertumbuhan; dan c) Pellet, pakan untuk ayam ras pedaging masa awal 2 atau 3 minggu digunakan pellet starter dan pakan untuk ayam ras pedaging masa akhir (4 minggu) digunakan pellet finisher.

Tabel Kebutuhan Pakan ayam broiler (Gram/ekor)

No Umur

(Hari)

Kebutuhan pakan

Gram/ekor/hr

Kebutuhan Pakan

Gram/ekor/minggu

Capaian Bobot Badan (gram)
1 1-7 17 119 146
2 8-14 43 301 360
3 15-21 66 462 652
4 22-28 91 637 1.025
5 29-35 120 840 1.460

Sumber : Fadillah (2005).

 

Deskripsi pakan BR 1 yaitu; 1) Pemakaian umur 0-21 hari; 2) perkembangan seluruh organ; 3) mempercepat pertumbuhan; 4) menghasilkan FCR terbaik; 5) tempatkan pakan diatas palet kayu yang kering, dingin, dan berventilasi baik; dan 6) hindari pakan yang bercampur dengan bahan baku pakan lain dengan bahan kimia. Sedangkan untuk pakan jenis BR 2 yaitu ; 1) pemakaian umur 22 hari-panen; 2) menghasilkan FCR terbaik; 3) memacu pertambahan bobot ayam; 4) menghasilkan karkas yang berimbang; dan 5) hindari pakan yang bercampur dengan bahan baku lain  dan bahan kimia.

  1. Konversi Pakan

Menurut Wahyu (2004), konversi pakan atau Feed Convertion Ransum (FCR) adalah suatu ukuran yang menyatakan ratio jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1kg daging ayam. Semakin kecil angka FCR maka penggunaan pakan semakin efisien untuk memperoleh bobot badan yang akan dicapai. Konversi ransum mencerminkan keberhasilan dalam memilih atau menyusun kualitas ransum. Konversi ransum ayam yang baik berkisar dari 1,46-1,51. Hal tersebut menunjukan bahwa penambahan sejumlah pakan dapat menghasilkan penambahan bobot ayam dengan proporsi yang lebih besar.

  1. Obat-obatan, Vaksin dan Vitamin

Antibiotika adalah jens obat-obatan yang merupakan bahan kimia, dihasilkan dari bakteri, yang berfungsi mencegah datangnya penyakit dan sebagai pemacu pertumbuhan ayam (Fadillah, 2004). Adapun cara penggunaan obat-obatan yaitu melaui air minum, pakan dan suntikan. Abidin (2002) menyatakan bahwa untuk lebih meningkatkan daya tahan tubuh ayam terhadap bibit penyakit yang lebih spesifik, terutama penyakit yang disebabkan virus perlu dilakukan vaksinasi. Vaksinasi adalah proses memasukkan bibit penyakit yang sudah mati (disebut vaksinasi pasif) atau bibit penyakit yang sudah dilemahkan (disebut vaksinasi aktif) ke dalam tubuh ayam, baik melalui injeksi (suntikan), campuran air minum, maupun tetes mata. Pada peternakan ayam ras pedaging, jenis vaksin yang sering dipakai hanya New Castle Disease (ND) atau tetelo dan gumboro ( Fadillah, 2004). Vitamin adalah susunan kompleks zat organik yang dibutuhkan hewan untuk pertumbuhan normal, produksi, reproduksi, dan kesehatan.Dalam program tatalaksana pemeliharaan ayam ras pedaging digunakan vitamin C (pada umumnya berbentuk serbuk dan cairan), yang biasanya diberikan setelah vaksinasi dan digunakan sebagai suplemen atau bahan tambahan pada air minum ayam (Tobing, 2004).

  1. Pemasaran
    Untuk pemasaran, dapat dipromosikan mlalui pemasaran dari verbal ke verbal,ke pasar swalayan atau juga dengan membuat brosur untuk promosi kepada masyarakat sekitar. Disamping itu kita juga bisa berhubungan langsung dengan Rumah Potong Ayam (RPA) Air Pacah Kota Padang.
  2. Analisis Ekonomi
  3. Modal Investasi
  4. Kandang 1000 ekor @ Rp 5.000,-                                                           : Rp   5.000.000,-
  5. Pemanas 2 bh @ Rp 1.500.000,- : Rp   3.000.000,-
  6. Tabung Gas 3 bh @ Rp 500.000,- : Rp   1.500.000,-
  7. Tempat pakan (30 bh Kcl @ Rp 10.900 dan 110 bsr/17.500)            : Rp   2.252.000,-
  8. Tempat minum 80 bh @ Rp  17.500                                                    : Rp   1.400.000,-
  9. Gerobak 1 bh @ Rp 500.000,- : Rp      500.000,-
  10. Sekop 2 bh @ Rp 50.000,- : Rp      100.000,-
  11. Terpal 5 bal @ Rp 200.000,- : Rp   1.000.000,-
  12. Bohlam 20 bh @ Rp 30.000,- : Rp      600.000,-
  13. Alat semprot (20 ltr) 1 bh @ Rp 850.000,- : Rp      850.000,-

Jumlah                                           : Rp 16.202.000,-

  1. Biaya operasional
  2. Biaya Tetap
  3. Penyusutan kendang 1/60 x Rp 5.000.000,- : Rp        000,-
  4. Penyusutan Pemanas 1/48 x Rp 3.000.000,- : Rp        500,-
  5. Penyusutan tabung gas 1/36 x Rp 1.500.000,-                                   : Rp        700,-
  6. Penyusutan tempat pakan 1/24 x Rp 2.252.000 : Rp        000,-
  7. Penyusutan tempat minum 1/24 x Rp 1.400.000,- : Rp        350,-
  8. Penyusutan gerobak 1/24 x Rp 500.000,-                                          : Rp        850,-
  9. Penyusutan sekop 1/12 x Rp 100.000,-                                              : Rp          350,-
  10. Penyusutan terpal 1/12 x Rp 1.000.000,-                                           : Rp        500,-
  11. Penyusutan bohlam 1/12 x Rp 600.000,- : Rp        000,-

                                                     Jumlah                                           : Rp      503.250,-

  1. Biaya Variabel
  2. DOC 1000 ekor @ Rp 8.000,-                                                          : Rp    000.000,-
  3. Pakan 1000 ekor : Rp  409.590,-
  4. Liter alas kendang 60 karung @ Rp 6.000,-                                      ; Rp       000,-
  5. Vaksin ND  5 botol  @ Rp 25.000,-                                                  : Rp       000,-
  6. Vitamin 15 box @ Rp 30.000,- : Rp       000,-
  7. Isi tabung 3 bh @ Rp 160.000,- : Rp       000,-
  8. Listrik dan air : Rp       000,-
  9. Ember + gayung : Rp       000,-
  10. Bahan lain (Formalin, rodalon, kapur) : Rp       000,-
  11. 2 orang tenaga kerja kandang @ Rp 1.500.000 : Rp    000.000,-

Jumlah                                                : Rp  32.754.590,-

Total biaya operasional :  A + B      :  Rp 33.257.840

           Total Investasi                         :  Rp 49.459.840,-

  1. Jumlah Ayam panen
  2. Jumlah ayam awal 1000 ekor + bonus 20 ekor :  020 ekor
  3. Prediksi mortalitas 5% dari 1.000 ekor :       50 ekor
  4. Jumlah ayam yang dipanen :     970 ekor
  5. Biaya pokok produksi Rp 33.257.840 :  970 ekor      : Rp 34.286,43,-/ekor
  6. Prediksi keuntungan
  7. Penjualan 970 ekor x 1,9 kg @ Rp 23.000,-                         : Rp 42.389.000,-
  8. Biaya produksi : Rp 33.257.840,-
  9. Keuntungan : Rp  131.160,-
  10. Keuntungan per ekor selama 35 hr : Rp    413,57,-

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini