ad
PadangTIME – Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam terus berupaya meningkatan kualitas pendidikan dalam berbagai bidang, salah satunya dengan meningkatkan kemampuan guru dalam hal kepemimpinan pembelajaran atau yang dikenal dengan istilah instructional leadership.
Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru menyatakan bahwa guru harus menyelenggarakan pembelajaran.
Nara sumber pelatihan ini adalah orang-orang yang berpengalaman dalam bidang kepemimpinan oleh Bapak  Drs. Syahril, M. Pd., Ph. D., yang memberikan materi tentang Instructional Leadership guru.
Beliau adalah ketua Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan dan nara sumber nasional pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah dan penguatan kepala sekolah. Materi tentang Pengguanaan Media Pembelajaran Berbasis IT diberikan oleh Dr. Ulfia Rahmi, M. Pd, Dosen Jurusan Teknologi Pendidikan.
Pengelolaan Pembelajaran dan Iklim Kelas yang Kondusif disampaikan oleh Dr. Irsyad, M. Pd. yang merupakan Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan.
Terkahir materi tentang Penilaian Pembelajaran Berbasis IT yang disampaikan oleh Dr. Ahmad Sabandi, M.Pd. yang juga merupakan Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Dr. Sulastri, S. Pd., M. Pd. Keterlaksanaan kegiatan ini juga dibantu oleh Dra. Nelfia Adi, M. Pd.
Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan para guru sangat antusias selama mengikuti kegiatan. Umpan balik yang diberikan oleh guru dan pihak Koordinator Pendidikan Unit Kerja Tilatang Kamang Bapak Iskandar S.Pd., M.H  menyatakan bahwa mereka siap menjadi sekolah binaan untuk berbagai kegiatan pengabdian kedepannya.
Karena guru-guru disini perlu dikembangkan dan ditingkatkan kemampuannya baik dari segi kepemimpinan ataupun dari keprofesionalismeannya dalam melaksanakan tugas.
Harapan dari para guru dan Koordinator Pendidikan agar prestasi sekolah dapat meningkat dengan tajam seiring meningkatnya kemampuan guru-guru yang ada di Sekolah Dasar.
yang mendidik dalam rangka mewujudkan sekolah unggul. Terdapat empat kompetensi dasar sebagai guru yang  mesti dimiliki yaitu pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Empat kompetensi ini menjadi gambaran instructional leadership guru yang efektif.
Salah satu jenis kepemimpinan yang perlu dikembangkan secara maksimal oleh guru adalah kepemimpinan pembelajaran.
Kondisi di lapangan masih banyak permasalahan yang ditemui dalam pelaksanaan instructional leadership guru. Sedangkan kesempatan guru untuk meningkatkan kemampuan instructional leadership cukup terbatas.
Oleh karena itu, melalui salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Program Kemitraan Masyarakat maka diadakan instructional leadership dengan judul kegiatan “PENINGKATAN KEMAMPUAN INSTRUCTIONAL LEADERSHIP GURU BERBASIS ACTION LEARNING DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN TILATANG KAMANG KABUPATEN AGAM
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sangat diharapkan guru-guru mampu meningkatkan dan memperdalam kemampuannya dalam instructional leadership.
Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 11 Kota Gadut Kecamatan Tilatang Kamang pada bulan akhir Juli dan Agustus 2021 dengan menghadirkan 30 orang guru yang ada di sekolah dasar di Kecamatan Tilatang Kamang, seiring berjalannya kegiatan terdapat tambahan peserta dari sekolah lain yang berjumlah 3 orang, sehingga total peserta yang mengikuti kegiatan 33 orang.
Pertimbangan jumlah guru-guru yang dihadirkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan memperhatikan protokol kesehatan disaat situasi pandemi Covid 19.
Sebelum kegiatan ini dilakukan selama lima hari guru melakukan kegiatan mandiri di sekolah dengan mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada di sekolah dalam hal instructional leadership, diantaranya  konsep tentang instructional leadership guru, pengelolaan pembelajaran dan iklim kelas yang kondusif, penggunaan media pembelajaran berbasis Information Technologi (IT)  dan penilaian pembelajaran berbasis IT.
Permasalahan tersebut diangkat dalam kegiatan pelatihan untuk mendapatkan action yang tepat untuk mengatasi permasalahan dengan langkah kegiatan pelatihan mulai dari menganalisis situasi dan kondisi baik kondisi internal dan kondisi eksternal, melibatkan tim dalam penyelesaian masalah, melakukan deep interview dan refleksi, merumuskan action, dan melaksanakan action dan mengevaluasi action. (pt)
bebi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here