padangtime.com – Sekitar 100 peserta menghadiri kegiatan sosialisasi terkait penyakit masyarakat yang dinilai semakin marak terjadi di tengah kehidupan sosial, khususnya di wilayah Kecamatan Kuranji dan Pauh, Kota Padang. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (18/4/2026) siang di Aula Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kuranji.
Sosialisasi ini melibatkan berbagai unsur penting, mulai dari para lurah, KAN se-Kecamatan Kuranji dan Pauh, pihak kepolisian melalui para Kapolsek, perwakilan Lembaga Adat Nagari (LAN) Sumatera Barat dan Kota Padang, hingga Bundo Kanduang serta Dubalang se-Kecamatan Kuranji.
Syamsu Rahim dalam kesempatan itu menegaskan bahwa persoalan penyakit masyarakat saat ini harus menjadi perhatian serius seluruh elemen, karena dampaknya yang kian meluas dan berpotensi merusak tatanan kehidupan sosial.
Ia menjelaskan, penyakit masyarakat mencakup segala bentuk perbuatan, tindakan, dan perilaku yang bertentangan dengan norma agama serta nilai-nilai adat yang berlaku di tengah masyarakat. Kondisi ini dinilai semakin mengkhawatirkan karena tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berdampak langsung terhadap pembentukan karakter generasi muda.
Dalam forum tersebut, para peserta sepakat bahwa penanganan penyakit masyarakat tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, serta unsur adat dalam upaya pencegahan dan penindakan.
Peran Bundo Kanduang dan Dubalang dinilai sangat strategis dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta membina masyarakat di tingkat akar rumput. Sementara itu, aparat pemerintah dan kepolisian diharapkan mampu meningkatkan pengawasan sekaligus menegakkan aturan secara tegas dan konsisten.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk mencegah dan menanggulangi penyakit masyarakat, demi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan berlandaskan nilai agama serta adat Minangkabau, khususnya di Kecamatan Kuranji dan Pauh. (*)














