padangtime.com – Jakarta — Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dalam mengembangkan ekonomi umat dan budaya halal kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menerima penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 kategori Penggerak Ekonomi Umat dan Budaya Halal. Disway National Network (DNN) menyerahkan penghargaan tersebut di Hotel JW Marriott Jakarta, Kamis (11/6/2026).

DNN memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang mampu menunjukkan kepemimpinan, kinerja, dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

Dinilai Unggul pada Berbagai Indikator

Tim penilai menggunakan sejumlah indikator strategis. Indikator itu meliputi kinerja pembangunan, tata kelola pemerintahan, inovasi layanan publik, penguatan ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur, dan konektivitas.

Selain itu, tim penilai juga memperhatikan pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, ketahanan pangan, lingkungan hidup, reformasi birokrasi, komunikasi publik, serta kepemimpinan daerah.

Mahyeldi masuk dalam daftar penerima penghargaan pada klaster Sosial, Budaya, Lingkungan, Kesehatan, Pendidikan, dan Generasi Muda. Tim penilai menilai Mahyeldi berhasil memperkuat ekonomi berbasis masyarakat. Di sisi lain, ia juga mendorong pengembangan budaya halal sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Penguatan UMKM dan Ekosistem Halal

Penghargaan tersebut sejalan dengan berbagai program yang dijalankan Pemprov Sumbar. Selama ini, pemerintah daerah terus memberdayakan UMKM dan mengembangkan koperasi.

Selain itu, Pemprov Sumbar juga memperkuat ekosistem industri halal. Pada saat yang sama, pemerintah daerah tetap melestarikan adat dan budaya Minangkabau sebagai fondasi pembangunan.

Usai menerima penghargaan, Mahyeldi menyampaikan rasa syukur. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kerja sama seluruh elemen masyarakat Sumbar.

“Alhamdulillah, penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Sumatera Barat. Ini bukan capaian individu, melainkan hasil kerja bersama pemerintah, pelaku usaha, ulama, tokoh adat, akademisi, dan seluruh masyarakat yang terus mendukung pembangunan daerah,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga  Pemprov Sumbar dan Ombudsman RI Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik

Komitmen Perkuat Ekonomi Umat

Menurut Mahyeldi, penguatan ekonomi umat menjadi strategi penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Karena itu, pemerintah terus mendorong UMKM, koperasi, dan berbagai sektor usaha masyarakat agar semakin produktif dan berdaya saing.

“Kami akan terus memperkuat ekonomi umat, UMKM, dan ekosistem halal yang sejalan dengan nilai adat dan agama. Selain itu, kami meyakini pembangunan yang baik mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan jati diri daerah,” katanya.

Mahyeldi menjelaskan bahwa budaya halal di Sumbar tidak hanya berkaitan dengan produk dan layanan. Namun, budaya tersebut juga mencerminkan integritas, kualitas, dan keberlanjutan yang menjadi karakter masyarakat Minangkabau.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah menjadi modal sosial yang kuat. Oleh sebab itu, nilai tersebut mampu mendorong Sumbar menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada budaya serta nilai keagamaan.

Motivasi Tingkatkan Daya Saing Daerah

Pemprov Sumbar menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Selanjutnya, pemerintah juga akan memperkuat ekonomi kerakyatan dan memperluas pengembangan industri serta produk halal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Selain Mahyeldi, DNN juga memberikan penghargaan kepada sejumlah gubernur, wali kota, dan bupati dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berhasil menghadirkan kepemimpinan dan inovasi yang memberi dampak positif bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

(adpsb/bud)

* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini