Pelatihan Amoniasi Jerami dan Rumput Gajah Ungu Sebagai Usaha Tumbuh Kembang Kelompok Ternak Kambing Kacang Kubu Sepakat di Kubu Dalam.

0
3350
Gambar 1 dan 2.   Kelompok ternak Kubu Sepakat.
ads

Pewarta : Dr. Evitayani, Prof. Lili Warly, Prof .Sumaryati Syukur dan Dr. Rahmi Nopita, M.Si.,A.pt

PadangTIME.com – Usaha tumbuh kembang usaha peternakan kambing kacang dalam program pengabdian kepada masyarakat pada pertemuan keempattanggal 21 November 2021 dari enam kali pertemuan sudah dilaksanakan. Sebagaimana diketahui bahwa Kelompok ternak “ Kubu Sepakat” yang berada di kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah sangatlah luas. Luas areal lebih kurang 55 Ha. Kelompok ini berdiri sejak tahun 1998 dengan beranggotakan 35 orang dan sudah memiliki lebih kurang 12 ekor kambing kacang dan 10 ekor Sapi Simental. Rendahnya produksi ternak selain disebabkan oleh kurangnya pengetahuan peternak dalam cara pemeliharaan ternak yang benar, juga karena kurangnya pakan baik hijauan maupun mahalnya harga konsentrat. Rendahnya produksi ternak selain disebabkan oleh kurangnya pengetahuan peternak dalam cara pemeliharaan ternak yang benar, juga karena kurangnya pakan ternak berupa hijauan. Jeramipada yang banyak terbuang dapat diolah menjadi solusi kekurangan pakan ternak serta penanaman rumput Gajah ungu.

Jeramipadi merupakan limbah pertanian yang potensial penggunaanya sebagai pakan ternak ruminansia karena produksinya setiap tahun terus meningkat sebanding dengan perluasan penanaman padi dan kemajuan teknologi pertanian. Namun dari jumlah tersebut baru sebagian kecil saja yang di manfaatkan sebagai pakan ternak, selebihnya dibakar atau dipergunakan sebagai pupuk. Kendala utama dalam pemanfaatan jerami padi untuk pakan ternak adalah rendahnya nilai gizi, terutama rendahnya kandungan protein dan palatabilitasnya. Tingginya kadar serat terutama lignin dan silika mengakibatkan karbohidrat yang dikandungnya sulit untuk dicerna oleh mikroba rumen. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai gizi jerami padi dapat di tingkatkan melalui perlakuan fisik, kimia dan biologis. Tujuan utama dari perlakuan tersebut adalah untuk membuat bahan lingo-selulosik agar lebih mudah dicerna oleh mikroba rumen sehingga dapat di manfaatkan sebagai sumber energi. M.

Urea adalah suatu zat kimia yang dapat di pakai untuk proses amoniasi karena dalam hidrolisanya akan menghasilkan ammonia. Bahan ini selain murah dan mudah didapat, penanganannya oleh para petani sudah begitu familiar. Namun, satu hal yang akan menjadi kendala dalam pemanfaatan urea untuk amoniasi jerami padi adalah waktu pemeraman yang cukup lama (3 – 6 minggu).

Bahan-bahan untuk amoniasi

Jerami padi, Urea sebanyak 4 % dari bahan kering jerami padi (40gram untuk setiap 1 kg bahan kering jerami padi),Kantong plastik hitam ukuran besar (hitam) atau drum untuk penyimpanan jerami padi ,Ember (tempat melarutkan urea),Gayung (untuk menyiramkan larutan urea), Timbangan dan Tali rafia (tali plastik)

Prosedur amoniasi

  1. Jerami padi dipotong-potong sepanjang 5 – 10 cm kemudian dimasukkan ke drum atau kantong-kantong plastik.
  2. Larutan urea (4 % urea) diperoleh dengan cara melarutkan 40 gram urea dalam 1 liter air. Larutan tersebut kemudian disiramkan secara merata kedalam setiap drum atau kantong plastik dengan menggunakan alat penyiram bunga.
  3. Jerami padi didalam drum/kantong plastik dipadatkan, kemudian segera ditutup rapat dengan 4 lapis plastik atau diikat. Drum-drum/kantong plastik tersebut selanjutnya disimpan didalam suatu ruangan terbuka selama 3-4 minggu. Tempat penyimpanan harus bersih, tidak lembab, tidak kena sinar matahari langsung atau atau air hujan/ rembesan air.
  4. Apabila ingin mempercepat proses pemeraman, maka tambahkanlah kotoran ayam dan diaduk secara merata kedalam setiap drum dengan dosis 15 %/kg bahan kering jerami padi. Waktu pemeraman dapat dipersingkat hanya menjadi 5 hari.

Jerami padi yang telah diamonisi jangan langsung diberikan kepada ternak. Bukalah kantong plastik/drum yang berisi jerami padi amoniasi tersebut dan angin-anginkan 1 hari sebelum diberikan kepada ternak.

Rumput gajah ungu (Pennisetum purpureum) merupakan salah satu rumput pakan berproduksi dan berkualitas tinggi. Produksi rumput gajah pada kondisi ideal mencapai  300 ton bahan segar (BS)/ha/tahun Rumput gajah secara umum merupakan tanaman tahunan yang berdiri tegak, berakar dalam, dan tinggi dengan rimpang yang pendek. Tinggi batang dapat mencapai 2-4 meter (bahkan mencapai 6-7 meter), dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas / buku. Rumput gajah ungu merupakan tumbuhan yang memerlukan hari dengan waktu siang yang pendek, dengan fotoperiode kritis antara 13-12 jam. Menurut Evfitayanfi dkk (2019), menjelaskan rumput gajah memiliki kandungan gizi : Protein Kasar (PK) 13,00-14,00 %, Lemak Kasar (LK) 2,40-3,40 %, Serat Kasar (SK) 30,00-32,00 %, Abu 10,10-15,80 %, Ca 0,24-0,31 %, P 0,37-0,39 %. Peternak juga belum mengenal aplikasi sentuhan bioteknologi berupa cendawan mikoriza arbuskul (CMA) gomus manihottis yang dapat membantu penyerapan unsur hara. Peningkatkan kualitas dan produktifitas lahan tersebut dengan cara pemanfaatan bioteknologi seperti inokulasi CMA (Cendawan Mikoriza Arbuskula) dan pemberian pupuk N, P dan K. Menurut Anas dan Santoso (1992) produktivitas tanaman dapat ditingkatkan dengan penggunaan Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA). Asosiasi hifa-hifa dari CMA dengan akar mampu menyerap unsur hara tanah lebih banyak sehingga mengurangi pemakaian pupuk dan memperbaiki nutrisi tanaman.Pada saat akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air, maka hifa-hifa tersebut dapat menyerap air melalui pori-pori tanah.Dengan adanya pemanfaatan teknologi di atas, peternak tidak akan kesulitan dalam menyusun ransum sehingga dapat meningkatkan bobot badan ternak. Peningkatan bobot kambing kacang akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat .

Pelatihan yang telah diberikan meliputi pelatihan pembuata amoniasi jerami padi . dan penanaman rumput gajah ungu. Dimana sebelumnya sudah dipersiapkan  materi-materi tentang kegiatan pelatihan yang  diberikan. Melalui quis dan diskusi serta evaluasi. Hasil evaluasi didapatkan bahwa hampir 70% peternak sudah paham dan mengerti mengenai jerami padi amoniasi dan rumput gajah ungu sebagai pengganti hijauan yang sulit di dapat. Hasil evaluasi didapatkan bahwa hampir 80% peternak sudah paham dan mengerti mengenai amoniasi jerami dan penanaman rumput Gajah Ungu. elah menaikan bobot badan Kambing Kacang. Selanjutnya, program selanjutnya bagaimana menanam rumput Gajah dan pembuatan silasenya serta pembibitan kambing kacang sehingga peternak mitra “Kubu Dalam Sepakat” terus dibina dan dapat menghasilkan kambing yang tinggi reproduksinya sehingga dapat membantu kesejahteraan masyarakat.(pt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini