Kemenkominfo Gelar Webinar di Solok, Ajak Peserta Didik Cermat Bermain Media Digital

0
132

PadangTIME.com – SOLOK – Bahaya selalu mengintai, di dunia nyata maupun di dunia maya. Bahaya dalam bermedia digital di dunia maya bisa berupa kekerasan siber, radikalisme, terorisme, penculikan, bunuh diri, adiksi siber, dan hoaks. Agar aman dan nyaman, pengguna mesti cermat dalam bermedia digital.

Untuk meningkatkan pemahaman kompetensi keamanan bermedia digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan, Kamis (21/3) pagi, pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini akan diikuti oleh kalangan pendidik dan siswa dengan menggelar nonton bareng (nobar) di sejumlah sekolah di Kota Solok.

Mengusung tema ”Cermat Bermain Media Digital”, webinar rencananya akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Solok Nila Kesumawati, praktisi digital marketing Muhammad Dzaki, trainer adopsi digital Imam Wicaksono, dan Iin Mendah selaku moderator.

”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/RegPendidikanSumatera2103. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Rabu (20/3).

Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, selain pertimbangan faktor keamanan, bermedia digital butuh kemampuan menciptakan atmosfer positif. Hal itu mengingat sifat informasi yang dapat dengan cepat menyebar di dunia maya.

”Harus diingat juga, setiap tindakan di media sosial dapat meninggalkan jejak digital yang dapat diakses orang lain,” tambah Kemenkominfo dalam rilis.

Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kota Solok ini, merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.

Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

”Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman,” tutur Kemenkominfo.

Kecakapan digital warga masyarakat menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.

Hasil survei APJII juga menyebutkan, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 berada pada angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (*)

bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini