Gubernur Sumbar Soroti Lemahnya Ketahanan Keluarga dalam Dunia Pendidikan

0
104

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya menghidupkan kembali nilai pendidikan berbasis keluarga saat membuka Seminar Nasional “Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan di Indonesia” di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (4/5/2026).

Di hadapan sekitar 1.000 peserta dari akademisi, mahasiswa, guru, hingga organisasi perempuan, Mahyeldi menilai seminar ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum mencari solusi atas krisis pendidikan yang semakin kompleks.

Ia menyoroti hubungan guru dan murid yang kian memprihatinkan dan tidak jarang berujung konflik hingga ranah hukum. Kondisi tersebut dinilai telah keluar dari esensi pendidikan.

Menurut Mahyeldi, berbagai persoalan sosial berakar dari lemahnya ketahanan keluarga. Meski regulasi terkait sudah ada, implementasinya dinilai belum optimal.

Ia mencontohkan sistem pendidikan keluarga ala Rahmah El Yunusiyyah melalui Diniyyah Puteri yang sejak dini membekali perempuan dengan ilmu rumah tangga, agama, logika, dan disiplin.

Konsep tersebut terbukti melahirkan perempuan tangguh, termasuk tokoh besar seperti Rasuna Said.

Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Feri Arlius, menyebut Rahmah sebagai pelopor pendidikan perempuan yang relevan hingga kini. Pemerintah juga tengah membahas dukungan untuk pengembangan Diniyyah Puteri.

Seminar ini menghadirkan narasumber nasional dan internasional serta diharapkan melahirkan gagasan baru bagi generasi muda.

(adpsb/cen/bud)

Baca Juga  Peringati May Day 2026, Pemprov Sumbar Perkuat Sinergi Pemerintah, Pekerja, dan Dunia Usaha
* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini