Info Terbaru

FK UNAND Hadirkan Dosen KAU Jeddah Ulas Pengetahuan Terapi Bekam dan Medis Terkini

PADANGTIME.COM | Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas mengadakan Kuliah Umum mengenai Pengetahuan Terapi Bekam dan Pembaruan Medis Terkini, menghadirkan Dr. Amal Muhammad Obaid dari King Abdulaziz University (KAU), Jeddah Arab Saudi yang berlangsung di Gedung Kuliah E FK, Jumat (5/7)
Pengetahuan Terapi Bekam atau dalam bahasa Inggris disebut Cupping Therapys merupakan bentuk pengobatan alternatif yang di sunnahkan oleh Rasulullah SAW memberikan manfaat yang tidak bisa diberikan oleh terapi lain.
Di samping itu, juga memberikan harapan pada kondisi yang sebaliknya tidak ada harapan. Cupping Therapy al-hijama, menjadi obat alternatif yang dianggap ajaib untuk mengobati simptomatik dari berbagai penyakit dan gangguan tubuh seperti Bell’s Palsy.
Dr. Amal Muhammad Obaid menyebutkan Bell’s Palsy dikenal dengan paresis wajah idiopatik, sebagai gangguan berat akut pada neuron motorik wajah.  Dalam hal ini, dikatakannya terdapat lima belas pasien dengan Bell’s Palsy kronis dari berbagai penyebab yang di diagnosis di Klinik Neurologi, Rumah Sakit Universitas King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.
Dalam diagnosis Bell’s Palsy ini dilakukan di klinik Neurologi di KAUH. “Penilian ini termasuk pemeriksaan klinis dan tes diagnostik seperti electromyography (EMG) untuk menilai fungsi motorik dan tingkat kerusakan saraf,” ujarnya.
Disampaikannya, pasien yang terdiagnosis dengan Bell’s Palsy menjalani terapi hijama di klinik Pengobatan Prophetic YAJ dengan dilakukan selama 2 hingga 10 sesi. Hijama atau bekam basah menjadi metode terapi alternatif yang digunakan untuk berbagai kondisi medis.
Setelah terapi hijama ini selesia, pasien menjalani pemeriksaan EMG di klinik KAUH untuk mengevaluasi perubahan dalam fungsi saraf dan efektivitas terapi hijama dalam memperbaiki kondisi Bell’s Palsy.
Dr. Amal Muhammad Obaid mengatakan bekam basah menjadi terapi tambahan yang menjanjikan untuk Bell’s Palsy. “Bekam basah ini direkomendasikan sebagai terapi tambahan dalam pengobatan medis bagi pasien-pasien tersebut,” pungkasnya.(*)
-

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Populer