padangtime.com – Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas menggagas Program Konservasi Lingkungan melalui penanaman bibit Jeruk Omeh atau yang dikenal dengan JESIGO (Jeruk Siam Gunung Omeh). Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya penghijauan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan secara lebih produktif bagi masyarakat setempat.
Program yang berlangsung dengan persiapan selama 14 hari melibatkan, Pemerintah Kabupaten Agam, Pemerintah Nagari Koto Malintang, KPHL Kabupaten Agam, kelompok tani, pemuda nagari, masyarakat sekitar lokasi penanaman, serta siswa dan generasi muda setempat. Kegiatan ini dikoordinasikan langsung oleh mahasiswa Agribisnis, Mesyifa Firstdhya, yang bertindak sebagai penanggung jawab program bersama rekan-rekan satu kelompok KKN.
Program ini lahir dari keprihatinan terhadap berkurangnya tutupan vegetasi di sejumlah wilayah serta belum optimalnya pemanfaatan lahan yang ada. Menjawab kondisi tersebut, mahasiswa KKN bersama masyarakat memilih Jeruk Omeh sebagai komoditas yang ditanam. Selain berfungsi sebagai bagian dari upaya penghijauan, tanaman ini juga dinilai memiliki potensi ekonomi yang dapat memberi manfaat jangka panjang bagi warga.
“Lewat program ini, kami ingin mendorong kepedulian masyarakat terhadap pentingnya konservasi lingkungan, sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi dari tanaman lokal seperti Jeruk Omeh,” Ujar Mesyifa Firstdhya
Secara umum, program ini diarahkan untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi lingkungan serta membuka peluang manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat Nagari Koto Malintang.
“Penanaman JESIGO bersama dengan mahasiswa KKN Universitas Andalas di Nagari Koto Malintang merupakan salah satu upaya pemerintah agam untuk mendorong konservasi lingkungan terutama di wilayah kabupaten agam dengan melestarikan komoditas lokal yang bermanfaat secara ekonomi dan lingkungan terhadap masyarakat sekitar kawasan penanaman” Ucap Ketua TP-PKK Kabupaten Agam
Kegiatan ini ditekankan bukan sekadar seremoni penanaman bibit, melainkan bentuk kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah setempat dalam mendukung upaya konservasi lingkungan secara berkelanjutan.
“Terimakasih kepada mahasiswa KKN Unand, Dosen, dan Civitas Akademik terkait kegiatan penanaman jeruk omeh yang memberikan manfaat kepada Masyarakat sekitar walaupun dengan jumlah yang tidak banyak, namun dapat mendorong pemanfaatan lahan secara optimal” Pungkas Hendra Yanto, Walinagari Koto Malintang
Dengan terlaksananya Program Konservasi Lingkungan ini, Mahasiswa KKN Universitas Andalas menegaskan komitmen mahasiswa untuk turut berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat setempat. Sebagaimana pesan yang diusung dalam program ini: menanam hari ini untuk lingkungan yang lebih hijau dan manfaat bagi generasi mendatang.















