Wali Nagari Koto VIII Pelangai, Safridul : Kampung Sawah Bukit Nagari Koto VIII Pelangai, Kec. Ranah Pesisir akan dibangun MDA

0
407

PadangTIME.com – Nagari Koto VIII Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), bakal memiliki gedung Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) di Kampung Sawah Bukit yang merupakan kebanggaan masyarakat setempat.

Wali Nagari Koto VIII Pelangai, Safridul mengatakan, berdirinya Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) di Kampung Sawah Bukik merupakan ikon Nagari Koto VIII Pelangai yang nantinya diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang unggul dan agamais.

“Pembangunan gedung MDA ini merupakan lanjutan tahap III dengan anggaran sekitar Rp247.241.463. Alhamdulillah, saat ini pengerjaannya sudah hampir rampung. Kami berharap nantinya keberadaan MDA ini mampu mencetak generasi muda yang paham tentang agama sekaligus adat dan budaya,” ujar Safridul pada wartawan, Kamis (7/12/2023).

Safridul menyebut, budaya di Minangkabau seperti silek, randai, tari piring, dan pepatah petitih adat sudah mulai tergerus oleh zaman. Hal itu, kata dia, dikarenakan anak-anak muda saat ini selalu disibukkan oleh gadget atau telpon pintar milik mereka.

“Kami berharap keberadaan MDA ini nantinya adalah sebagai wadah bagi anak-anak muda di Nagari Koto VIII Pelangai untuk melaksanakan kegiatan positif dan islami, sehingga mereka menjadi generasi yang mumpuni di bidang ilmu pengetahuan agama dan budaya Minangkabau,” katanya.

Selain itu, kata Safridul, tahun ini Pemerintah Nagari Koto VIII Pelangai juga melaksanakan peningkatan pembangunan saluran irigasi di Kampung Baru dan penggalian saluran irigasi di Kampung Tarandam yang menelan anggaran sekitar Rp57.630.000.

“Kami juga merealisasikan bantuan jamban sehat untuk masyarakat kurang mampu sebanyak 12 unit dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 2 unit dengan biaya sekitar Rp62.132.000,” ucapnya lagi.

Tak hanya itu, Pemerintah Nagari Koto VIII Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, juga menganggarkan program ketahanan pangan sekitar Rp157.707.147 yang meliputi budidaya bawang merah, pisang gepok, dan ternak ayam kampung.

“Bawang merah dan pisang gepok ini kami berdayakan masyarakat untuk mengelola dan memeliharanya bersama kelompok. Sementara ternak ayam, kami serahkan kepada masyarakat sebanyak 700 ekor dan dibagikan kepada 20 keluarga penerima manfaat (KPM). Masing-masing mereka mendapatkan 35 ekor ayam ditambah pakan dan obat-obatan,” kata Safridul.

Selain itu, pihaknya juga menganggarkan sejumlah pelatihan para kader di Nagari Koto VIII Pelangai, yakni kader Posyandu, Nagari Siaga, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Lansia (BKL), dan Keluarga Berencana (KB). Termasuk pelatihan operator nagari yang meliputi operator Sistem Keuangan Dana Desa (Siskeudes), Sistem Pengelolaan Aset Desa (Sipades), Sustainable Development Goals (SDGs), Program Desa Kelurahan (Prodeskel), dan operator e-Human Development Worker (e-HDW) yang menelan biaya sekitar Rp42.476.400.

“Dalam pelatihan kader ini, kami mengundang sejumlah narasumber seperti Kepala Puskesmas Balaiselasa, Kepala BKKBN Kecamatan Ranah Pesisir, Pendamping Desa (PD), dan Koordinator Kabupaten Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para kader sehingga mereka nantinya menjadi ahli di bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2023 Pemerintah Nagari Koto VIII Pelangai menganggarkan Rp115.200.000 untuk 32 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) perbulannya. Mereka masing-masing KPM menerima Rp300.000. Keluarga penerima BLT ini adalah mereka yang sakit menahun dan miskin ekstrim.(01)

bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini