Wali Kota Bersama Hiswana Migas dan Pertamina Cari Solusi Kelangkaan Solar

0
254
ads
Padang TIME – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar pertemuan khusus bersama pihak Pertamina Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sumbar guna membahas persoalan kelangkaan dan kekurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar di Kota Padang dewasa ini.
Rapat yang dilangsungkan di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (29/3/2022) itu dipimpin Wali Kota Padang Hendri Septa.
Hadir dalam kesempatan itu Ketua Hiswana Migas Sumbar Ridwan Hosen bersama anggota Erizal Syaf, Jepri Abidin dan Robi Andriya. Selain itu juga terlibat Kepala Sales Area Manajer Pertamina Sumbar I Made Wira Pramarta.
“Alhamdulillah hari ini kami bersama Pertamina dan Hiswana Migas Sumbar bertemu untuk mencari solusi kelangkaan solar di kota Padang yang terjadi beberapa hari terakhir.
Solusinya harus dicarikan, mengingat telah menimbulkan fenomena kemacetan akibat antrean panjang kendaraan di tengah jalan raya di sekitar area SPBU,” kata walikota.
Seperti diketahui, kata Hendri, penyebab kelangkaan Solar disinyalir karen naiknya harga BBM jenis Solar Dexlite (industri) yang telah membuat pelaku usaha industri menjadi menjerit.
“Kondisi ini pun memberikan temuan dimana banyak mereka sekarang beralih membeli Solar bersubsidi. Untuk hal ini memang perlu kebijakan dari Pemerintah Pusat, namun kita bersama Pertamina dan Hiswana Migas Sumbar hari ini sepakat membuat sebuah kebijakan.
Yaitunya khusus untuk pengisian BBM Solar bersubsidi akan dibuka per harinya mulai pukul 21.00 WIB. Terhitung per 30 Maret ini,” cetus Wako Padang tersebut.
Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Padang itu pun meyakini langkah yang dibuat dapat mengatasi permasalahan kemacetan di sekitar area SPBU selama ini.
Semoga berjalan sesuai harapan dan kembali normal. Insya Allah dengan membaiknya perekonomian masyarakat akan efektif kembali. Kami juga berharap semua pihak menahan diri untuk mempertimbangkan kondisi kuota Solar yang terbatas saat ini sebelum harga Solar Dexlite kembali turun.
“Maka itu, bagi yang merasa mampu diharapkan menggunakan Solar produk Dexlite dulu. Karena Solar bersubsidi itu sejatinya lebih diperuntukkan bagi warga kita yang kurang mampu,” imbuh Wali Kota.
Lebih jauh kata Hendri, untuk solusi lainnya ke depan pihaknya juga akan berupaya menakar pembagian BBM jenis Solar sesuai dengan terbitnya Surat Edaran (SE) Gubernur Sumbar tentang Pengendalian Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) Jenis Minyak Solar bersubsidi di Sumbar.
“Beberapa poin dari SE berisi meminta pengemudi mobil pribadi yang menggunakan subsidi solar untuk membatasi pengisiannya maksimal 40 liter. Sedangkan truk roda empat dibatasi 60 liter dan roda enam juga dibatasi 125 liter,” tutup Wako.
Pada saat yang sama Sales Area Manajer Pertamina Sumbar I Made Wira Pramarta mengungkapkan penyebab utama kelangkaan Solar disinyalir karena dipotongnya kuota dari BPH Migas.
“Hal ini yang menyebabkan ada antrean panjang pada setiap SPBU di Sumbar dalam beberapa hari belakangan,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kelangkaan, pihaknya menyarankan agar Pemprov Sumbar untuk mengusulkan penambahan kuota berdasarkan kebutuhan wilayah ke BPH Migas.
Sementara itu, Ketua Hiswana Migas Sumbar Ridwan Hosen mengaku sangat mendukung kebijakan yang disepakati dalam pertemuan tersebut.
“Kalau bisa harga per liter dari BBM subsidi dan yang non subsidi berselisih minimal Rp2000 saja.
Saat ini harga solar bersubsidi per liter Rp 5.150 sedangkan non subsidi Rp 13.250. Jadi, menurut saya perbedaan harga yang besar inilah yang membuat masyarakat beralih ke subsidi BBM sehingga kuota tidak terpenuhi,” ujarnya.
  (PT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini