Padang TIME.com– Peristiwa Kecelakaan helikopter Minggu (26/1/2020) merengut nyawa sang legenda NBA, Kobe Bryant, bersama putrinya Gianna yang berusia 13 tahun dan 6 penumpang lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan itu di Calabassas, California.

Kobe begitu dikenal sebagai pebasket hebat. Berbagai rekor telah ia pecahkan. Tak cuma bergelut di dunia basket tapi ia juga dikenal dunia bisnis dan investasi.

Pada 2013, Bryant pertama kali berinvestasi membuka perusahaan modal ventura Bryant Stibel yang bekerjasama dengan Jeff Stibel founder Web.com. Saat ini perusahaan memiliki aset USD2 miliar.

Keduanya telah mengeluarkan dana sebesar USD100 juta untuk berinvestasi ke beberapa perusahaan. Investasinya mencakup perusahaan teknologi, media, dan data. Kemudian sejumlah perusahaan menjadi lahan investasi Bryant Stibel, di antaranya AOS Art of Sport, ringDNA, vipKid, dan lainnya. Kobe juga menghasilkan jutaan dolar dari Body Armor.

Tiga tahun sebelum pensiun, Bryant sempat membangun Kobe Inc, perusahaan yang bergerak di industri olahraga. “Misi utama Kobe Inc adalah memiliki dan menumbuhkan merek dan ide yang menantang dan mendefinisikan ulang industri olahraga sekaligus menginspirasi dunia,” kata Bryant saat wawancara dengan Forbes pada 2013.

Dikutip Forbes, pada Senin (27/1/2019), mantan bintang LA Lakers itu pensiun pada 2016 lalu. Dia menghasilkan USD680 juta di sepanjang karier profesionalnya, termasuk gaji dan sponsor.

Bahkan Coca-cola sempat berinvestasi sekitar USD300 juta di Body Armor, perusahaan minuman olahraga itu. Hal tersebut membuat nilai saham Bryant melonjak menjadi menjadi USD200 juta.

Balang

LEAVE A REPLY