Sumatera Barat Harus Terapkan Sistem Full Cycle Subsidi Tepat Biosolar

0
872

Padang TIME | Satuan Tugas Pengawasan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG bentukan Pemprov Sumatera Barat, mengapresiasi Pertamina Patra Niaga.

Apresiasi disampaikan Kepala Dinas ESDM Sumatera Barat Herry Martinus yang juga Ketua Pelaksana Satgas Pengawasan BBM dan LPG, di Santika Hotel, Padang, Selasa (10/01/2023).

Menurut Herry,  pelaksanaan ujicoba Full Cycle Subsidi Tepat Produk JBT (Biosolar) efektif dan akan dikaji untuk diterapkan daerah lain di Ranah Minang.

“Program ini, secara bertahap harus dikembangkan untuk daerah lain di Sumatera Barat. Sehingga subsidi biosolar lebih tepat sasaran. Nanti kami akan membentuk tim kecil antara tim satgas, pertamina dan telkom untuk keberlanjutannya,” sebut Herry.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Sumatera Barat Narotama Aulia Fazri menyebut, penerapan QR code pembelian solar di Payakumbuh dan Limapuluh Kota  berlangsung cukup baik.
“Setiap pembeli biosolar wajib bertransaksi menggunakan QR Code, apabila tidak menggunakan QR Code sampai saat ini masih dilayani dengan pembatasan 20 liter per hari,” urai Narotama.
Dari ujicoba ini,  bahwa volume penjualan biosolar menggunakan QR Code sebesar 85 persen,  sisanya merupakan pembeli yang tidak mendaftarkan kendaraannya.
“Benefit dari program ini adalah kita dapat mengetahui kendaraan-kendaraan yang membeli biosolar secara terperinci, kapan membelinya, di SPBU mana, berapa volume yang dibeli, termasuk logis tidak beberapa kendaraan yang melakukan pembelian BBM JBT 200 liter/hari di SPBU yang sama setiap hari nya,” jelas Narotama.
Padahal dengan 200 liter mungkin sebuah kendaraan dapat berjalan sampai 800 km, lanjut Narotama. No Polisi kendaraan itu akan diserahkan ke Tim Satgas Pengawasan BBM dan LPG Sumbar untuk dilanjutkan ke Tim penyidik untuk ditindak lanjuti penyelidikannya.

(Dinas Kominfotik Sumbar)

bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini