Pembelajaran Melalui Model STAD Terintegrasi Kecerdasan Interpersonal Meningkatkan Keterampilan Seven C’s Mahasiswa dalam Menulis Surat Bisnis

0
1984
ads

Oleh: Karnedi
Program Doktor PPs
Universitas Negeri
Padang

PadangTIME.com – Menulis surat bisnis merupakan salah satu permasalahan  pokok yang dihadapi oleh mahasiswa dalam penguasaan 4  keahlian berbahasa yaitu membaca, berbicara, mendengar dan  menulis. Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai temuan peneliti  terdahulu, hasil pre-test, observasi, dan pengalaman peneliti  selama mengajar matakuliah surat bisnis. Permasalahan tersebut  disebabkan oleh berbagai faktor yaitu penguasaan kosa kata yang   terbatas, ketidakmampuan untuk memahami tata bahasa, dan
kurangnya pengetahuan tentang dasar-dasar penulisan surat, serta
rendahnya minat dan motivasi belajar mahasiswa. Lecturer center
learning dan metode pengajaran konvensional menjadi faktor
penyebab masih rendahnya capaian hasil pembelajaran.

Permasalahan tersebut menjadi faktor pendorong peneliti untuk
mengembangkan sebuah model pembelajaran STAD terintegrasi
kecerdasan interpersonal untuk meningkatkan kemampuan Seven
C’s mahasiswa dalam menulis surat bisinis.
STAD merupakan singkatan dari Student Teams Achievement Division. Model  pembelajaran STAD pertama kali dikembangkan oleh Robert Slavin dan rekan-rekannya di  Universitas John Hopkins. Model pembelajaran STAD adalah salah satu strategi pembelajaran
kooperatif yang dilakukan dengan cara membagi mahasiswa dalam beberapa kelompok kecil  yang beranggotakan 4 atau 5 orang dengan kemampuan akademik, jenis kelamin, suku/ras,  usia, latar belakang yang berbeda-beda agar saling bekerjasama untuk menyelesaikan tujuan  pembelajaran.

STAD sebagai model pembelajaran kooperatif yang mendorong kolaborasi  mahasiswa melalui pembelajaran dalam kelompok yang anggotanya beragam untuk menguasai keterampilan yang dipelajari. Anggota kelompok STAD dari berbagai latar  belakang memiliki kecerdasan interpersonal yang berbeda sehingga menjadi kendala untuk  berinteraksi dalam kelompok, STAD merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif dimana  pembelajaran lebih berpusat pada mahasiswa. Student-Centered Learning menempatkan  mahasiswa atau mahasiswa sebagai pusat proses belajar mengajar sehingga akan berkembang minat, motivasi, dan kemampuan individu untuk lebih aktif, kreatif dan inovatif, serta bertanggung jawab terhadap proses belajarnya,

Kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk dapat membangun hubungan dengan orang lain, berkomunikasi/berinteraksi secara efektif dengan   orang lain, dan kemampuan memahami perasaan (sisi psikologis) orang lain. Untuk mencapai  pembelajaran menulis surat bisnis melalui pembelajaran model STAD, setiap mahasiswa  dalam kelompok STAD harus dibekali pengetahuan tentang pentingnya kecerdasan  interpersonal dalam pembelajaran kelompok, baik berinteraksi secara individu dengan
individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok dan interaksinya. dengan  dosen saat pembelajaran berlangsung,

Bagaimana kecerdasan interpersonal dapat membantu mahasiswa?
Mahasiswa dengan kecerdasan interpersonal yang tinggi dapat membangun dan memelihara  hubungan sosial, bersimpati dengan dan memahami orang lain, memecahkan kesulitan dalam
hubungan sosial, dan mengenali komunikasi verbal dan nonverbal, antara lain.

Prinsip Seven C’s (tujuh C) dikembangkan oleh Henderson sebagai panduan dalam  menulis surat bisnis yang efektif, baik dan benar: (a) Completeness (lengkap) memberikan pesan secara lengkap kepada penerima pesan sehingga penerima pesan mengetahui maksud.dan tujuan dari pesan yang disampaikan.

Pesan yang tidak lengkap akan menimbulkan  kesalahpahaman karena penerima pesan akan berasumsi dan asumsi tersebut belum tentu
adalah apa yang kita maksudkan, (b).Conciseness (ringkas) Pesan singkat lebih menarik dan dapat dimengerti oleh pembaca, menyajikan hanya informasi yang relevan, dan menghindari  pengulangan kata atau kalimat. Penyampaian pesan dengan kalimat yang berlebihan akan membingungkan pendengar ataupun pembaca terhadap maksud dari pesan kita tersebut. (c).

Concreteness (konkrit) Pesan yang disampaikan harus Konkret, dengan demikian penerima  pesan dapat memahami dengan jelas pesan yang disampaikan. Pesan yang konkrit didukung dengan fakta dan data sehingga tidak disalahtafsirkan. (d) Clarity (jelas) menggunakan istilah  yang tepat, relevan, dan pastikan pesan yang disampaikan tersebut memiliki tujuan yang  jelas..(e). Courtesy (sopan) Pesan yang disampaikan menggunakan bahasa yang sopan, ramah,  bijaksana, reflektif, dan menghargai tanpa ada unsur hinaan atau sindiran. Gunakan ungkapan yang tidak diskriminatif. (f) Correctness (akurat), Pesan yang disampaikan harus bebas dari  kesalahan tata bahasa seperti penggunaan tenses, huruf besar, tanda baca,dan pilihan kata  sehingga mudah dimengerti oleh penerima pesan tersebut.(g) Consideration (pertimbangan)

Pesan yang disampaikan harus mempertimbangkan penerima pesan. Ada tiga cara khusus  untuk menunjukkan pertimbangan dalam surat bisnis; Fokus pada menggunakan kata “Kamu”
daripada “Aku” dan “Kami”, Menunjukkan manfaat kepada penerima pesan, dan  Menekankan fakta positif dan menyenangkan kepada penerima pesan.  Pengembangan Model pembelajaran ini didasarkan atas teori Slavin,

Gadner, dan  Henderson. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran model STAD yang teritegrasi dengan kecerdasan interpersonal adalah sebagai berikut: Presentasi Kelas; Dosen  mempresentasikan silabus dan kontrak perkuliahan diawal pertemuan. Dosen  mempresentasikan ringkasan pokok bahasan surat bisnis diawal pertemuan. Sebelum  mahasiswa bergabung kelompok STAD, dosen mempresentasikan pentingnya kecerdasan  interpersonal dalam pembelajaran. Dosen mengulas kembali materi yang telah  dipresentasikan oleh kelompok STAD terdahulu, sebelum kelompok STAD mulai  memaparkan topik baru. Team-Work (STAD):

Dosen membagi kelas dalam beberapa kelompok kerja STAD yang terdiri dari 4 atau 5 orang mahasiswa. Dosen memprioritaskan  pembagian kelompok kerja berbeda gender, kemampuan dan usia dalam masing-masing  kelompok STAD. Proyek Kerja Kelompok: Mahasiswa membahas materi pembelajaran dalam kelompok kerja STAD dan setiap anggota kelompok menguasai materi.

Kelompok  STAD mempresentasikan materi melalui audiovisual. Moderator pada kelompok STAD menawarkan kelompok STAD yang lain untuk memberikan komentar, saran dan pertanyaan  terkait materi yang telah dipresentasikan. Tes atau Tugas: Dosen memberikan tes menulis  surat biinis berdasarkan indikator Seven C’s kepada masing-masing kelompok STAD. Dosen mengingatkan mahasiswa agar menulis surat bisnis dengan mnggunakan bahasa mereka  masing-masing. Peningkatan Nilai Individu: Dosen menyuruh mahasiswa mengumpulkan  hasil menulis surat bisnis. Dosen memeriksa hasil menulis surat bisnis mahasiswa. Dosen  memberikan nilai dan memasukan nilai tersebut ke lembar table penilaian dan mengkalkulasi  kemajuan nilai mahasiswa. Penghargaan Tim: Masing-masing Tim

STAD mendapatkan sertifikat penghargaan atas kemajuan nilai rata-rata menulis mahasiswa. Dosen memberikan  penghargaan pada hasil test individu dan hasil presentasi. Dosen memberikan nilai rata-rata  kemajuan kelompok STAD dengan rangking: Tim baik, Tim hebat, dan Tim super. Keterkaitan Model pembelajaran STAD, kecerdasan interpersonal dan keterampilan

Tujuh C adalah bahwa Model pembelajaran STAD yang telah diintegrasikan dengan  kecerdasan interpersonal terbukti efektif dan praktis dalam meningkatkan keterampilan Tujuh
C mahasiswa dalam menulis Surat Bisnis pada sebuah perguruan tinggi. Hal ini bisa dilihat  pada hasil penelitian dibawah ini.

3 Kontribusi penerapan STAD model terintegrasi kecerdasan interpersonal terhadap  peningkatan kemampuan menulis Seven C’s mahasiswa dapat terlihat dari meningkatnya nilai  hasil tes mahasiswa pada kelas eksperimen selama 6 kali pertemuan setelah implementasi  buku model dan buku mahasiwa di kelas eksperimen tersebut. Pada pelaksanaan STAD model  terlihat bahwa setiap individu dalam kelompok STAD menunjukan kemampuan bekerja  secara efektif dan kompak terhadap tim yang beragam. Masing-masing individu dalam Tim  STAD saling menghargai, mendengarkan dan berkomunikasi/berinteraksi secara efektif.

Validitas, praktikalitas dan efektifitas penerapan pembelajaran model STAD terintegrasi interpersonal intelligence dapat dilihat dari hasil uji validitas oleh pakar, uji praktikalitas dari pengguna yaitu mahasiswa dan dosen serta peningkatan test menulis surat bisnis dan motivasi belajar mahasiswa. Hasil valdasi buku model oleh para ahli bahasa, isi, grafik dan tata letak adalah sebagai berikut: Konstruksi Buku 95 dengan kategori sangat valid,

Rasional Model 95 dengan kategori sangat valid, Teori pendukung 96.25 dengan kategori sangat  valid,Syntaks dengan kategori sangat, Sistem sosial 94.24 dengan kategori sangat, Prinsip reaksi 92.52
dengan kategori sangat,

Sistim pendukung 93.5 dengan kategori sangat, Dampak pengiring dan instruksional 93.68 dengan kategori sangat, dan Implementasi pembelajaran 94.12 dengan kategori  sangat. Nilai rata-rata hasil validasi adalah 94.20 dengan kategori sangat. Hasil Integrasi STAD pada  buku Model untuk meningkatkan kemampuan menulis surat bisnis mahasiswa berada pada kriteria sangat valid. Hasil ini mengisyaratkan bahwa buku model ini bisa direkomendasikan sebagai buku ajar  di perguruan tinggi

Efektifitas penerapan model pembelajaran STAD dapat dilihat dari hasil test selama  enam kali pertemuan pada kelas experimen. Hasil tes kemampuan menulis surat bisnis  mahasiwa dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Pertemuan pertama 68,20 dengan kategori baik,

Pertemuan kedua 74.85 dengan kategori baik, Pertemuan ketiga 75.69 dengan kategori sangat baik, Pertemuan keempat 77.04 dengan kategori sangat baik, Pertemuan kelima 78.30
dengan kategori sangat baik, dan pertemuan keenam 82.64 dengan kategori sangat baik. Nilai  rata-rata 6 kali pertemuan adalah 76..12 dengan kategori sangat baik.

Hasil test menunjukkan  keterampilan komunikasi Seven C’s mahasiswa dalam menulis surat bisnis meningkat dari  pertemuan ke pertemuan. Mahasiswa memiliki kemajuan yang signifikan dalam menulis  semua informasi yang diperlukan, memilih kosa-kata yang tepat, konkret dan akrab, menggunakan ungkapan yang menunjukkan rasa hormat, memilih ungkapan yang tidak  diskriminatif, dan menggunakan tata bahasa yang baik dan benar.

Dari paparan diatas dapat ditarik kesimpilan bahwa STAD sebagai model pembelajaran  kooperatif memberikan kontribusi pada kemampuan Seven C’s mahasiswa dalam menulis surat bisnis dan hasil uji validitas, prakticalitas dan efektifitas menunujukan bahwa Model ini  berada pada valid, praktis, dan efektif kriteria. STAD sebagai Student-Centered Learning  menempatkan mahasiswa sebagai pusat proses belajar mengajar. Kecerdasan interpersonal  yang dimiliki individu dapat membangun hubungan dengan orang lain, berkomunikasi/berinteraksi secara efektif dalam belajar kelompok. Setiap mahasiswa dalam kelompok STAD harus dibekali pengetahuan tentang pentingnya kecerdasan interpersonal dalam pembelajaran dan berinteraksi dalam kelompok.

 

Artikel ini merupakan hasil Disertasi yang berjudul “Developing STAD Learning Model  Integrated to Interpersonal Intelligence to Enhance Students’ Seven C’s
Communication Skills of Business Letter Writing Subject at University” sebagai
penyelesaian S3 pada Prodi Ilmu Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri
Padang dengan Tim Promotor: Prof. Dr. M. Zaim, M. Hum dan Prof. Dr. Mukhaiyar,
M.Pd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini