Mari Kita Tingkatkan Komunikasi Keluarga Dalam Menghindari Kekerasan

0
944

Opini 
PadangTIME.com | Namun, terkadang orang tua, yakni Ayah dan Ibu seringkali lalai dan kurang memperhatikan cara mendidik anak-anak mereka dengan baik dan benar. Selama ini, banyak didapati orang tua yang justru mengkomunikasikan sesuatu kepada anak dengan cara yang salah.

Contohnya berkomunikasi kepada anak dengan disertai kekerasan verbal maupun non verbal.

Apa itu kekerasan verbal? Kekerasan verbal / verbal abuse bisa diartikan sebagai bentuk kekerasan non fisik yang umumnya berupa kata-kata, seperti membentak, menghina, mempermalukan, atau memaki dengan menggunakan kata-kata yang tidak pantas seperti anak bodoh, nakal, kurang ajar, anak tidak tahu diri, dan lain sebagainya. Verbal abuse ini seringkali terjadi ketika anak meminta perhatian, menangis, tidak mau diam, anak membangkang, anak yang terus berbicara, yang kemudian memicu orang tua melakukan verbal abuse pada anak.
Lalu apa yang dimaksud dengan kekerasan non verbal? Kekerasan non verbal / non verbal abuse ialah bentuk kekerasan yang dilakukan terhadap fisik.
Kekerasan non verbal kerap dilakukan menggunakan alat atau anggota tubuh, misalnya kaki atau tangan. Biasanya orang tua melakukan kekerasan non verbal kepada anak dalam bentuk tamparan, pukulan, tendangan, dan segala bentuk kekerasan yang menyebabkan luka fisik.
Adanya kekerasan verbal maupun non verbal ini, secara tidak langsung telah menunjukkan komunikasi keluarga yang negatif kepada anak dan apabila dilakukan secara terus-menerus dapat menciptakan lingkungan keluarga yang toxic (toxic family).
Lingkungan keluarga yang toxic sangat tidak nyaman bagi anak. Lingkungan keluarga yang demikian juga bisa membuat anak trauma, sulit bergaul, minder, hingga depresi. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini