Harus Dipertahankan, Pola Tanam Serentak Akan Minimalisir Serangan Hama

0
491
Memasuki musim tanam pertama tahun 2023 para petani di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) diminta supaya tetap mempertahankan pola tanam serentak.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Pessel, Madrianto, Senin (20/2) agar tanaman terutama padi bisa terbebas dari ancaman serangan hama terutama dari serangan hama tikus.
Dikatakan Madrianto bahwa  pihaknya memang terus mendorong agar masyarakat petani di daerah itu terus mempertahankan pola tanam serentak sebagaimana sebelumnya.
“Hal itu kita sampaikan, sebab melalui pola tanam serentak itu serangan hama tikus terhadap tanaman, terutama padi bisa diminimalisir. Di Pessel, pola tanam serentak ini bisa dilakukan dua kali dalam satu tahun pada 30.344 hektare lahan yang ada, dan itu tersebar pada 15 kecamatan,” katanya.
Dia menyampaikan bahwa dengan terhindarkan tanaman padi dari serangan hama, tentu akan memberikan keuntungan bagi petani itu sendiri, disamping juga akan menambah peningkatan produksi padi.
“Kita  berharap melalui pola tanam serentak ini, peningkatan produksi padi per hektare bisa lebih ditingkatkan lagi. Sebab potensi produktivitas lahan di daerah sekarang sudah bisa mencapai 7 ton per hektarnya,” kata Madrianto lagi.
Diakuinya bahwa sejak pandemi Covid-19 hingga berlalu saat ini,
masyarakat petani di daerah itu masih tetap terlihat eksis melaksanakan aktivitasnya sebagai petani di lapangan. Baik petani budidaya padi, jagung, maupun tanaman palawija lainnya.
Untuk menjamin ketersediaan stok pangan, dia juga mengimbau kepada masyarakat petani untuk tidak menjual habis hasil panen.
“Untuk menjamin ketersediaan pangan keluarga, maka kepada masyarakat petani saya minta agar tidak menjual habis hasil panen. Sisihkanlah  sebagian untuk konsumsi keluarga agar kekuatan dan kedaulatan pangan masyarakat benar-benar bisa terwujud di daerah ini,” tutupnya. (pt)
bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini