PadangTIME.com – Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Ronald Bernando, menandatangani sekaligus menerima laporan hasil Risk Assessment objek wisata Pantai Carocok Painan, Selasa (5/5).
Penandatanganan tersebut dilakukan Disparbudpora Pessel bersama Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumbar sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan keamanan destinasi wisata unggulan.
Kepala Disparbudpora Pessel, Ronald Bernando menjelaskan Risk Assessment sebagai proses penilaian menyeluruh terhadap potensi risiko di suatu kawasan wisata.
Ia menyebutkan Risk Assessment bertujuan mengidentifikasi berbagai potensi bahaya sejak dini, mulai dari risiko kecelakaan, gangguan keamanan, hingga faktor lingkungan yang mempengaruhi kenyamanan pengunjung.
“Risk Assessment ini menjadi upaya pemetaan potensi risiko di kawasan wisata agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara tepat dan terukur,” kata Ronald.
Ronald menegaskan kegiatan bersama Ditpamobvit Polda Sumbar itu menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata.
Ia menjelaskan Ditpamobvit merupakan Direktorat Pengamanan Objek Vital yang bertugas mengamankan objek strategis, termasuk kawasan wisata dengan tingkat kunjungan tinggi.
Laporan Risk Assessment memuat identifikasi potensi risiko, analisis tingkat kerawanan, serta rekomendasi strategis untuk mitigasi.
“Hasil kajian ini menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan dan langkah strategis ke depan, khususnya dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan pengunjung,” ujarnya.
Ronald menegaskan Pantai Carocok Painan sebagai ikon pariwisata Pesisir Selatan harus dikelola secara profesional.
Ia menilai tingginya kunjungan wisatawan menuntut penerapan standar keamanan yang lebih baik dan terukur.
“Kami tidak hanya menonjolkan keindahan, tetapi juga memastikan pengunjung merasa aman dan nyaman selama berwisata,” katanya.
Ronald mengungkapkan aktivitas wisata di Pantai Carocok cukup beragam, seperti berenang, bermain air, hingga wahana jet ski dan banana boat.
Ia menilai setiap aktivitas tersebut memiliki potensi risiko yang harus dikelola secara optimal untuk mencegah kecelakaan.
“Hasil Risk Assessment ini penting untuk memastikan setiap aktivitas wisata memiliki standar keselamatan yang jelas,” tambahnya.Temukan lebih banyak
Ia menjelaskan kawasan Mandeh merupakan destinasi unggulan dengan aktivitas wisata bahari seperti berenang, jumping, dan permainan air lainnya.
“Kami akan melakukan Risk Assessment di kawasan Mandeh karena kedua lokasi ini menjadi primadona wisata Pesisir Selatan,” ujarnya.
Ronald menegaskan langkah tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing sektor pariwisata.
Sekretaris Disparbudpora Pessel, Darpius Indra, menyampaikan kegiatan tersebut sebagai langkah awal pembenahan sektor pariwisata di daerah itu.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian menjadi kunci dalam menciptakan kawasan wisata yang aman dan tertib.
“Kami berharap hasil Risk Assessment ini dapat diimplementasikan secara maksimal di lapangan,” kata Darpius.
Ia mengimbau pelaku usaha wisata untuk mendukung upaya tersebut dengan menerapkan standar keselamatan yang telah direkomendasikan.
Ia menekankan pentingnya peran pelaku wisata dalam menyediakan alat keselamatan serta mengawasi aktivitas pengunjung.
“Kami mengajak pelaku wisata mematuhi standar keselamatan demi kenyamanan dan keamanan bersama,” ujarnya.
Darpius juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan wisata.
Ia menilai kesadaran bersama menjadi faktor penting dalam menciptakan destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Penandatanganan dan penerimaan laporan Risk Assessment tersebut diharapkan meningkatkan profesionalisme pengelolaan Pantai Carocok Painan.
Upaya tersebut juga diharapkan meningkatkan kepercayaan wisatawan serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Pesisir Selatan. (tn)















