padangtime.com | Universitas Negeri Padang (UNP) terus memantapkan kesiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Juni–Juli 2025. Dalam rangka pembekalan mahasiswa yang akan terjun ke masyarakat, Kepala Pusat Pengabdian dan KKN UNP, Dr. Yasdinul Huda, MT, bersama Tim Pengelola KKN melakukan kunjungan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat pada Jumat (16/5).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala DLH Sumbar, Tasliatul Fuadi, S.Hut, MH, beserta jajaran. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, dengan agenda utama membahas materi pembekalan mahasiswa terkait pemanfaatan dan pengelolaan sampah di masyarakat, yang menjadi salah satu program unggulan KKN UNP tahun ini.
Dalam pembekalan yang dirancang, mahasiswa akan mendapatkan pelatihan mengenai klasifikasi sampah berdasarkan nilai ekonomisnya, serta pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat. Di antara keterampilan yang akan diajarkan adalah pembuatan ecobrick, pembuatan eco enzym, dan budidaya maggot (larva lalat Black Soldier Fly) sebagai solusi pengolahan sampah organik.
“Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya hadir untuk mengabdi, tetapi juga membawa pengetahuan praktis yang bisa langsung diterapkan di tengah masyarakat,” jelas Dr. Yasdinul Huda, MT. Ia menambahkan bahwa eco enzym yang dihasilkan dari sampah organik tidak hanya bermanfaat sebagai pembersih alami, tetapi juga dapat menyuburkan tanah dan menunjang kesehatan lingkungan.
Kepala DLH Sumbar, Tasliatul Fuadi, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dan berharap sinergi antara UNP dan pemerintah daerah terus diperkuat. “Kami berharap mahasiswa KKN bisa menjadi agen perubahan di masyarakat. Edukasi tentang pengelolaan sampah yang tepat dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa sampah bukan hanya masalah, tapi juga potensi,” ungkapnya.
Kegiatan pembekalan akan dilaksanakan sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi KKN di berbagai daerah di Sumatera Barat. Fokus pada tema lingkungan ini sejalan dengan inisiatif “Kampus Berdampak” yang diusung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang mendorong perguruan tinggi untuk terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara konkret di masyarakat. (humas unp)