Padang TIME.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Pariaman menggelar Rapat Koordinasi daerah guna memperkuat sinkronisasi program pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten /kota sebagai langkah strategis untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata. Rakor tersebut berlangsung di Aula Balaikota Pariaman, Minggu(15/3/2026).
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan bahwa tahun 2026 ini, tingkat ekonomi di Sumatera Barat ditargetkan pemerintah pusat hingga 5,7 persen. Sementara tahun 2029 ekonomi Sumbar ditargetkan meningkat sampai 7,2 persen.
“Target ini menuntut upaya ekstra dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dilaksanakan secara bersama pemerintah provinsi dengan 19 pemerintah kabupaten dan kota”, ujarnya.
Menurut Mahyeldi, keberhasilan pembangunan ekonomi Sumbar sangat dipengaruhi oleh kinerja pembangunan di tingkat kabupaten dan kota. Oleh karena itu, penyelarasan kebijakan dan program pembangunan antara pemerintah provinsi dan daerah menjadi hal penting agar pembangunan berjalan selaras.
Ia menyebutkan ada empat strategi yang disusun untuk mencapai target peningkatan ekonomi. Pertama, hilirisasi agroindustri dan magnet devisa. Kedua, transformasi pariwisata dan ekonomi hijau. Strategi ketiga, akselerasi digitalisasi UMKM, dengan menggerakkan UMKM untuk urus izin dan sertifikasi halal. Keempat, mitigasi bencana sebagai investasi dan ekonomi”, terangnya.
“Empat strategi ini sangat sesuai dengan Sumbar, terutama Kota Pariaman mulai dari pariwisata, dan UMKM. Diharapakan Kota Pariaman memanfaatkan potensi-potensi yang mendukung pertumbuhan ekonomi tahun 2026 dan tahun selanjutnya, sehingga apa yang diamanahkan oleh pemerintah pusat bisa tercapai. Untuk itu, antara pemprov dan Pemko Pariaman harus selalu sinergi, koordinasi sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal”, tutupnya.
Sementara, Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyampaikan komitmennya dalam upaya peningkatan pertumbuhan perekonomian di Kota Pariaman
“Kota Pariaman dalam meningkatkan pertumbuhan ekonominya fokus pada bidang pariwisata. Pada saat hari Idul Fitri, Kota Pariaman mempunyai event Piaman Barayo. Pada event ini, kita menyediakan permainan-permainan tradisional, supaya para perantau bisa membuka memorinya lagi dengan menikmati permainan tradional seperti buayan kaliang. Sedangkan untuk keamanannya, kita sudah instruksikan kepada dinas terkait untuk mengoptimalkan supaya tidak ada kecelakaan”, ungkapnya.
Yota Balad menyebutkan dalam upaya peningatan ekonomi ini sesuai dengan visi kami bersama Wawako Pariaman, Mulyadi yakni Terwujudnya Pariaman Kota Wisata yang Maju, Mandiri, Kreatif Berbasis Agama dan Berbudaya, dengan program unggulannya yakni Pariaman RISALAH (Beriman, Soleh, dan Berakhlak), Satu Keluarga Satu Hafidz.
“Kita akan optimalkan dengan mendirikan pesantren yang bagus. Tujuannya agar masyarakat di Sumbar bisa mengunjungi Kota Pariaman untuk menyekolahkan anak-anaknya di Kota Pariaman. Hal ini tentu sejalan dengan tujuan Kota Pariaman sebagai kota wisata. Terwujudnya ini perlu dukungan dan bantuan dari pemprov agar ini bisa berjalan”, ulasnya.
Selain itu, lanjutnya bahwa progul Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Kota Pariaman. Program ini telah berjalan dan telah diberikan pelatihan kepada 500 UMKM sekaligus diberikan bantuan alat-alat operasionalnya pada tahun 2025.
“Kita juga melaksanakan sport tourism, yang mana berolahraga sambal menikmati wisata. Ini merupakan sektor pariwisata yang berkembang pesat dan sering menjadi penggerak ekonomi karena wisatawan hadir dan beberlanja di Kota Pariaman”, terangnya.
Ia mengatakan bahwa tahun ini, Kota Pariaman sudah revitalisasi aset pada sarana olahraga.
“Tahun ini telah dilakukan pembuatan jogging track dan selanjutnya juga dilakukan pembenahan kolam renang di Gor Rawang guna meningkatkan sarana olahraga bagi masyarakat Kota Pariaman”, sebutnya.
Ia juga meminta pemerintah provinsi juga memperbaiki dermaga di Pulau Angso Duo karena demaga apungnya hilang diterjang bencana hidrometeorologi tahun lalu.
Ia berharap sinergi antara Pemprov Sumbar dan Pemko Pariaman dapat terus diperkuat guna mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan di daerah.
“Dibeberapa sektor seperti petenakan, perikanan, dan infrastruktur sudah berjalan tetapi hal ini, tentu tidak terlepas dari pembinaan pemprov agar Kota Pariaman menjadi lebih baik dan lebih maju lagi”, tukasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi juga meminta kepada Pemprov Sumbar agar bisa membantu Kota Pariaman dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita berharap, setiap kegiatan yang ada di pemprov bisa melibatkan Kota Pariaman dengan melaksanakannya di Kota Pariaman, seperti kegiatan keagamaan, kesenian dan olahraga. Apabila ini terlaksana dan dilaksanakan selama 4 s/d 5 hari, maka perputaran ekonomi ditengah masyarakat meningkat”, tambahnya. (rika)















