DPRD Padang Dorong Kesadaran Hukum Pelajar di Tengah Maraknya Kasus Narkotika

0
2426

padangtime.com – Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Koswara, menyoroti minimnya minat pelajar terhadap profesi penegak hukum saat kegiatan Jaksa Masuk Sekolah di SMP Negeri 13 Padang, Senin (27/4). Pertanyaannya tentang cita-cita menjadi jaksa atau hakim tidak mendapat respons dari siswa.

Di sisi lain, Kejari Padang mengungkap tingginya angka kasus narkotika. Dari sekitar 100 perkara yang ditangani setiap bulan, 90 persen di antaranya merupakan kasus narkotika, baik sebagai pengedar maupun pemakai. Kondisi ini dinilai sebagai persoalan serius yang perlu penanganan bersama.

“Ini sangat kita sayangkan dan harus ditekan seminimal mungkin,” ujar Koswara.

Sebagai bentuk keseriusan, Kejari Padang mengambil langkah tegas, termasuk mengajukan tuntutan hukuman mati terhadap pengedar sabu dengan barang bukti 50 kilogram.

“Kalau beredar, dampaknya bisa merusak generasi muda dalam jumlah besar,” tegasnya.

Meski demikian, keterlibatan pelajar dalam kasus narkotika masih relatif kecil. Kasus remaja lebih banyak terkait perkelahian, namun potensi ancaman tetap ada.

Karena itu, edukasi hukum melalui program Jaksa Masuk Sekolah terus digencarkan.

Ketua DPRD Padang, Muharlion, menilai temuan 50 kilogram sabu harus menjadi alarm bersama. Ia juga menyoroti kenakalan remaja seperti tawuran dan balap liar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Yopi Krislova, menyebut kenakalan remaja mulai menurun berkat kolaborasi dengan Kejaksaan.

“Sosialisasi bahaya tawuran dan sanksi hukum terus dilakukan,” ujarnya.

Diharapkan, kesadaran hukum tumbuh sejak dini agar pelajar menjauhi pelanggaran dan berperan sebagai generasi penegak hukum.

(EN/PT)

* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini