Wabup Pesisir Selatan Serahkan Bantuan Tambahan Untuk Anak Stunting

0
113
Padang TIME | Dalam rangka percepatan penurunan Stunting diperlukan pelaksanaan  kegiatan Audit kasus Stunting,  dalam hal ini Wakil Bupati Pesisir Selatan Membuka acara Audit Kasus Stunting dan Penyusunan Rencana Kerja tindak lanjut  AKS  Tingkat Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2022, Kamis (1/12).
Kegiatan  Audit Kasus Stunting ini dilaksanakan di Aula Pertemuan Bapedalitbang Kab.Pessel ,dan mengikut sertakan Kepala UPT Puskesmas,Wali Nagari, Koorlap KB, Tenaga Gizi Puskesmas ,Tim Pendamping Keluarga, dan beberapa OPD dilingkungan Kabupaten Pesisir Selatan.
Laporan Panitia yang disampaikan oleh Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Masyrakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ibu Dra. Meri Emilva.
Serta Pembukaan  Acara  Audit Kasus Stunting oleh Wakil Bupati Pesisir Selatan  Apt. Rudi Hariyansyah, S.Si . Wabup Rudi Hardiansyah menyampaikan bahwa persoalan Stunting ini merupakan persoalan bersama. Penurunan Stunting sebesar 14 % pada tahun 2024, benar benar akan dapat dicapai apabila lintas OPD dan lintas program bersinergi  dan satu visi misi.
“Penanganan Stunting harus dikerjakan keroyokan/ bersama sama, bersinergi, semuanya harus berkolaborasi.“Tegasnya.
Pelaksanaan  kegiatan Audit kasus Stunting  dalam hal ini  melakukan penyampaian hasil Audit Tinjauan Kasus Stunting di Kabupaten Pesisir Selatan.
Dalam pembacaan Tinjauan Kasus oleh Satgas Stunting  Hanifah,SKM. ditemukan 4 sampel kasus. Adapun kasus yang dibahas pada audit ini adalah  Sampel Balita Stunting inisial “M”,berasal dari Gurun Panjang Bayang utara, Sampel ke-dua yaitu Calon Pengantin beresiko, inisial “ASP” berasal dari Inderapura Timur,Airpura.
Sampel ke-tiga  yaitu ibu Hamil beresiko inisial “RN” berasal dari IV Koto Hilie Batang Kapas, dan Sampel ke-empat berasal dari ibu Nifas beresiko atas nama “SR” berasal dari Kayu Gadang Sutera.
Penyerahan Bantuan Tambahan dari BAPAK Asuh Anak Stunting: KPPN Painan dan Kepala Dinas DPMPDPPPKB Kepada Balita Stunting dari Nagari Koto Taratak Sutera dan Keluarga beresiko Stunting dari Gurun Panjang Bayang Utara.
Selanjutnya penyampaian  pembahasan Kasus Stunting dan Faktor resikonya oleh  dari beberapa Pemateri yaitu Dr. Erly Wirdayani, Sp. A.M.Biomed.  serta dari Pakar Psikologi : Psikolog Muharrimah Khaira, MA. Dan dari Pakar Spesialis Obstetri Ginekologi  Dr. Susanti Apriyani, Sp.OG.
Pembahasan Kasus ini dimoderatori oleh Kabid Pembangunan dan Pengembangan Manusia Bapedalitbang, Ahmad Hidayat, SSTP. M.Si

Setelah penyampaian materi berlangsung dilakukan Diskusi, Sesi Tanya Jawab ,klarifikasi terkait kasus Stunting,dan faktor resiko, serta percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Pesisir Selatan. (pt)

bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini