MetroPadang.com | Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang (UIN IB Padang) perluas kerja sama dengan melakukan penjajakan kerja sama ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA).

Menjadi utusan dari UIN Imam Bonjol Padang pada kesempatan adalah Drs.Mardius M.,MM, Koordinator Kerja Sama, Kelembagaan, dan Humas, Dr. Abdullah Khusairi, MA, Wakil Dekan 3 FDIK, Ilya Husna, MA, Sekretaris Rektor,  Marizem, LC Pengelola Pembinaan Bahasa Arab, (Juga Alumni LIPIA Jakarta), Sandijal Putra, M.P.Pis., (Kehumasan), Yunia Zeka Sari, M.Si. (Kehumasan).

Tim disambut penuh keakraban oleh Dekan LIPIA Dr. Bandar Ibn Sa’di Al-‘Alam, Dr. Fahd as Syammary Kepala Biro dan Hukum beserta staf dengan mengambil tempat di ruangan Pimpinan Dekan LIPIA.

Seperti yang telah diketahui, Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta merupakan cabang dari Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Riyadh Arab Saudi, dimana seluruh proses belajar mengajarnya menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut Drs.Mardius M.,MM didampingi penerjemah  hebat Ustad Marizem, LC dan Ustadzah Ilya Husna, MA., membuat suasananya menjadi cair mengalir begitu saja.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan tujuan UIN Imam Bonjol Padang sebagai salah satu kampus Islam tertua di Sumatera Barat memiliki harapan yang sangat besar dengan adanya kerja sama dengan LIPIA sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dalam bidang keislaman dan Bahasa Arab.

Selanjutnya Dekan LIPIA Dr. Bandar Ibn Sa’di Al-‘Alam, dan Dr. Fahd as Syammary Kepala Biro dan Hukum secara beriringan waktu berbicara menyampaikan bahwa peluang kerja sama ini akan semakin terbuka untuk UIN Imam Bonjol Padang, apalagi kerja sama Arab Saudi sudah lama terjalin dengan baik, terutama dengan Sumatera Barat.

Justru karena itu menurut beliau agar pihak UIN Imam Bonjol Padang menyiapkan proposal lengkap, nanti akan kami teruskan ke pimpinan LIPIA di Arab Saudi, dan setelah disepakati poin-poin yang bisa dikerjasamakan akan segera di tandatangani MoU yang direncanakan bulan Januari 2023 imbuhnya.

Ditambahkan bahwa peluang kerja sama tersebut bisa saja seperti dalam bentuk mahasiswa magang atau peraktek lapangan, sebagai nara sumber, pelatihan, guna meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Arab. Di samping itu juga berkolaborasi bidang ilmu keislaman lainnya. (pt)

bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini