Survei: Lebih dari 55% Masyarakat Indonesia Akui Pengeluaran Lebih Banyak Saat Bulan Ramadan

0
3464
Padang TIME | Banyak hal yang hanya dapat di jumpai saat Ramadan. Seperti buka bersama, shalat tarawih,  penjual takjil, hingga acara sahur. Selain itu, ternyata ada beberapa perubahan yang terjadi selama bulan Ramadan, salah satunya pengeluaran yang lebih banyak dari biasanya.
Cabaca sebagai salah satu platform baca dan digital melakukan survei bersama yang melibatkan 236 responden.
Sebesar 56,78% responden mengaku pengeluaran saat Ramadan lebih banyak daripada hari biasanya. Ada pengeluaran tambahan seperti  pengeluaran untuk makan atau jajan, belanja pakaian, belanja hampers, hingga membeli akses konten hiburan.
Lebih lanjut, mengutip dari laporan spesial 2023 Welcoming 2023 Ramadan and Eid yang di buat oleh Jakpat yang melibatkan 1.034 responden muslim, menjelaskan jika ada beberapa pengeluaran yang paling banyak di lakukan selama bulan Ramadan dan Idulfitri. Sebesar 88% responden mengaku pengeluaran di alokasikan untuk zakat, infaq, dan sedekah. Di posisi kedua sebesar 80% untuk buka puasa, disusul 79% untuk berbelanja makanan, 69% berbelanja untuk Ramadan dan Idulfitri,  lalu 53% berbelanja untuk kebutuhan lainnya.
Selain itu, tampaknya berbelanja pakaian masih menjadi hal yang di pilih selama bulan Ramadan dan Idulfitri.
Lebih lanjut dalam Welcoming 2023 Ramadan and Eid yang di buat oleh Jakpat di jelaskan jika list belanja selama Ramadan dan Idulfitri yang di pilih oleh beberapa responden yang akan berbelanja selama bulan Ramadan dan Idulfitri di luar berbelanja makanan adalah belanja baju yang memimpin sebesar 88%, di ikuti oleh perlengkapan salat, sebesar 66%, alas kaki sebesar 60%, aksesoris fashion 55%, dan lainnya.
Pengeluaran yang sebelumnya tidak masuk dalam daftar utama, pada bulan Ramadan menjadi hal yang di alokasikan lebih dulu, seperti  zakat, infaq, dan sedekah.
Selain menjadi kewajiban yang perlu di lakukan oleh setiap muslim untuk membayar zakat, namun tidak sedikit orang-orang yang memberikan banyak bantuan lebih dari biasanya kepada yang membutuhkan selama bulan Ramadan. Seperti menyediakan takjil gratis, memberikan makanan untuk sahur, hingga memberikan paket sembako.
Selain pengeluaran yang lebih banyak, mengutip dari laporan Jakpat di tahun 2021, di sebutkan bahwa konsumsi media dan hiburan saat Ramadan juga lebih banyak. Sebagian besar responden cenderung mengakses informasi atau media hiburan, di mulai saat sahur dan meningkat saat waktu istirahat siang yang biasanya di gunakan untuk makan siang.
Kemudian kembali menurun saat berbuka puasa dan kembali mengakses hiburan di malam hari. Lebih lanjut, platform online yang paling sering di akses untuk mendapat hiburan dan informasi adalah YouTube, sedangkan TV nasional juga masih di gunakan sebagai acuan waktu Magrib atau waktu berbuka.
Seperti yang di katakan oleh Fatimah Azzahrah, Co-Founder Cabaca, “Di bulan Ramadan waktu yang biasanya di pergunakan makan siang, di manfaatkan untuk kegiatan lain seperti nonton YouTube, main game, atau baca novel digital.
Di Cabaca sendiri jelang makan siang mulai pukul sebelas adalah waktu teramai orang akses konten novel digital,” ungkapnya saat di wawancarai secara daring pada (10/04/2023).
Atas dasar inilah, Cabaca mengadakan flash sale novel digital yang dikelolanya mulai pukul 11 hingga 1 siang selama Ramadan.
Mengetahui habit dan tren ini menjadi bagian penting dari memahami target audiens yang tentunya akan berguna bagi pelaku bisnis, agar tetap dapat relevan dan memasarkan produknya lebih efektif. (pt)
bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini