Padang TIME – Warga Kecamatan Gunung Tuleh, (Pasbar) Pasaman Barat, memprotes pelayanan SPBU Muaro Kiawai Nomor 13.265.525 setelah petugas menghentikan penjualan Pertalite pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Padahal, menurut warga, tangki penyimpanan diduga masih menyisakan bahan bakar sehingga memicu kekecewaan di tengah antrean panjang kendaraan.
Salah seorang warga, Junir Sutan Rajo Ameh, merekam kejadian tersebut lalu mengunggahnya ke Facebook. Ia mengaku kecewa karena petugas menolak melayani pembelian dengan alasan kuota harian telah terpenuhi. Menurutnya, masyarakat datang untuk membeli BBM secara resmi, bukan meminta secara cuma-cuma.
Selain itu, video yang beredar memperlihatkan antrean kendaraan serta indikator tangki yang diduga masih menunjukkan ketersediaan Pertalite. Karena itu, sejumlah warga mencurigai adanya praktik langsiran atau penyaluran BBM subsidi kepada pihak tertentu di luar antrean umum.
Seorang sumber berinisial K juga mengaku kerap melihat pola serupa. Menurutnya, layanan untuk masyarakat sering berhenti pada sore hari, kemudian kembali berlangsung pada tengah malam untuk pembeli tertentu. Ia bahkan menyebut aktivitas tersebut kerap disertai suara musik hingga dini hari.
Sementara itu, Camat Gunung Tuleh, Perdinan Ujang, meminta pengelola SPBU memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh masyarakat. Ia juga mengusulkan penambahan jalur pengisian agar kebutuhan warga tetap terpenuhi tanpa mengganggu distribusi lainnya.
Hingga berita ini ditulis, pengelola SPBU Muaro Kiawai belum memberikan klarifikasi meski redaksi telah mengirimkan permintaan konfirmasi melalui WhatsApp. Apabila dugaan tersebut terbukti, instansi terkait, termasuk Dinas ESDM Sumatera Barat, Pertamina Regional, dan aparat penegak hukum, diharapkan segera melakukan penyelidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
(dolop)

















