30 C
Padang
Senin, September 7, 2026
Beranda DPRD DPRD Padang Reses Masa Sidang I Tahun 2026/2027, Empat Pimpinan DPRD Kota Padang Turun...

Reses Masa Sidang I Tahun 2026/2027, Empat Pimpinan DPRD Kota Padang Turun ke Dapil Serap Aspirasi Warga

0
2900
padangtime.com – Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Padang Laksanakan Reses Masa Sidang I Tahun 2026/2027 ke Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing untuk menjemput aspirasi dari masyarakat. Empat Pimpinan yang melaksanakan Reses tersebut dimulai dari Ketua DPRD Padang Muharlion, Wakil Ketua DPRD Mastilizal Aye, Wakil Ketua Osman Ayub dan Wakil Ketua Jupri dari tanggal 2–5 September 2026.
.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menampung aspirasi masyarakat Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, dalam Reses Masa Sidang I Tahun 2026/2027 pada hari Rabu, (2/9/2026). Warga menyampaikan kebutuhan rehabilitasi Gedung OPEL, penerangan jalan umum, gerbang kawasan, pos kamling, dan gedung serbaguna. Selain itu, masyarakat juga meminta dukungan untuk kegiatan olahraga serta organisasi kemasyarakatan.
Menanggapi hal tersebut, Muharlion meminta warga menyiapkan perencanaan, proposal, dan administrasi agar aspirasi dapat diperjuangkan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir). Menurutnya, data yang jelas akan memudahkan pemerintah menindaklanjuti kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Muharlion menyebut sejumlah program pembangunan telah masuk alokasi Pokir Lubuk Buaya, termasuk perbaikan gedung, pembangunan jalan, dan perbaikan drainase di beberapa kawasan. Karena itu, ia mengajak masyarakat terus menjaga komunikasi dan gotong royong dalam proses pembangunan. Muharlion juga menegaskan bahwa banyaknya aspirasi menunjukkan besarnya harapan warga kepada pemerintah dan wakil rakyat.
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, SH, mendorong kebangkitan sepak bola daerah melalui penguatan pembinaan sejak usia dini. Harapan itu mengemuka dalam reses masa sidang I Tahun 2026/2027 yang mempertemukan pengelola Sekolah Sepak Bola (SSB), atlet, pelatih, dan official se-Kota Padang, Sabtu (5/9/2026).
Dalam pertemuan di Ballroom Palanta Wali Kota Padang, para insan sepak bola menyampaikan persoalan serta kebutuhan pengembangan olahraga tersebut.
Mastilizal Aye menegaskan, sepak bola tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, kerja sama, dan semangat pantang menyerah. Karena itu, ia menilai pembinaan SSB, peningkatan kualitas pelatih, serta perhatian terhadap atlet muda harus menjadi prioritas.
“Kita ingin sepak bola Padang kembali berjaya. SSB, atlet, pelatih, official dan pemerintah harus memiliki tekad yang sama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dispora Kota Padang, Eka Putra Buhari, menyatakan komitmen pemerintah memperkuat sinergi dengan klub, SSB, pelatih, dan insan olahraga. Melalui forum tersebut, Mastilizal berharap aspirasi segera berlanjut menjadi kebijakan dan program nyata.
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, di Banang Cafe Nanggalo, 2–5 September 2026. Warga menyampaikan dua isu utama yang mendapat perhatian ialah kerumitan pengurusan dana hibah dan kerusakan riol pascabencana.
Masyarakat mengaku masih kesulitan memahami prosedur pengajuan proposal hibah. Beragam mata anggaran dan skema pembagian bantuan membuat pengurus organisasi, tempat ibadah, serta kelompok masyarakat menghadapi kendala administratif. Karena itu, warga meminta pemerintah memberikan kejelasan alur pengajuan dan pendampingan yang lebih intensif.
Selain itu, warga mendesak pemerintah memperbaiki drainase atau riol yang rusak akibat bencana. Drainase yang tersumbat dan hancur berpotensi memicu banjir susulan apabila pemerintah tidak segera menanganinya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Osman Ayub berkomitmen mengawal keluhan warga hingga pembahasan anggaran Pemko Padang. Ia juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar perbaikan riol masuk prioritas penanganan serta mendorong sosialisasi mekanisme dana hibah yang lebih transparan.
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Jupri, S.AP., menyerap aspirasi masyarakat Kelurahan Gurun Laweh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, dalam reses masa sidang I Tahun 2026, Sabtu (5/9/2026).
Pertemuan di Mushalla Nurul Zikilah itu menghadirkan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Lubuk Begalung Liswin, Lurah Gurun Laweh Vebrinanda, Ketua Majelis Taklim Hj. Farida, serta tokoh masyarakat.
Selain itu, tokoh pemuda, Bundo Kanduang, Karang Taruna, niniak mamak, dan pengurus mushalla turut menyampaikan masukan. Melalui reses ini, Jupri membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung kepada wakil rakyat.
Jupri menegaskan, setiap aspirasi akan ia catat dan perjuangkan sesuai kewenangan pemerintah daerah serta kemampuan anggaran yang tersedia. (pt)
* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini