Reaktifasi Kereta Api Mak Itam Sawahlunto buatan Jerman tahun 1965 Diresmikan

0
1005

PadangTIME.com –  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir meresmikan reaktifasi Kereta Api Mak Itam dengan pembukaan jalur perdana dari Stasiun Kota ke Stasiun Muaro Kalaban, Selasa (20/12). Reaktifasi kereta buatan Jerman tahun 1965 dan berhenti total tahun di 2014 ini diharapkan dapat menjadi tambahan daya tarik wisata untuk Kota Sawahlunto yang merupakan hasil kolaborasi antara empat BUMN, yaitu PT. KAI, PT. Semen Indonesia Group, PT. Bio Farma dan PT. Pupuk Indonesia.

Dalam sambutannya, Erick Thohir mengatakan aktifnya kembali kereta api Lokomotif E1060 ‘Mak Itam’ ini merupakan langkah kebangkitan pariwisata Kota Sawahlunto dan Provinsi Sumatera Barat. Era ekonomi digital menjadi tempat tidak adanya lagi kesenjangan antara kota-kota besar dan kota-kota kecil. Karena hampir 70 persen wisata Indonesia merupakan wisata lokal.

Ia juga menyampaikan kepada kepala-kepala daerah yang hadir pada acara untuk dapat membangun ekosistem antar daerah di Sumatera Barat. Yakni dengan gotong royong dan peningkatan SDM sehingga masyarakat ikut terlibat aktif dalam mewujudkan industri ekonomi kreatif di masing-masing daerah.

“Kepada para putra daerah Minang yang hadir mari saling bergotong-royong dalam membangun ekosistem tanpa ego sektoral dan investasi kepada aset bersejarah untuk penggerak pariwisata di Sumatera Barat,” tutur Menteri Erick Thohir.

Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo dalam laporannya mengungkapkan apresiasi kepada Kementerian BUMN dan Pemerintah Provinsi atas dukungan aktif dari awal pembangunan reaktifasi hingga peresmian.

Nantinya melalui kereta api juga dapat mengilustrasikan sejarah dan pariwisata kota berbasis cagar budaya yang mana Kota Sawahlunto sebagai salah satu kota bersejarah yang diakui oleh UNESCO. Dengan biaya sekitar Rp18 Milyar, jalur perdana reaktifasi Mak Itam mencapai 288 meter atau dari Stasiun Kota Sawahlunto ke Stasiun Muaro Kalaban.

“Sebagaimana yang diamanatkan oleh Pak Erick pada tanggal 3 Februari lalu dan take off tanggal 1 Juli, Alhamdulillah hasil kolaborasi reaktifasi kereta api Mak Itam lebih cepat dari yang dijadwalkan sebelumnya yakni Januari 2023,” ungkap Didiek Hartantyo.

Sementara itu, Anggota DPR RI Andre Rosiade mengatakan sebagai salah satu putra asli daerah Minang masih perlunya reaktifasi kereta api di Sumatera Barat. Ia mengungkapkan masih butuh sekitar Rp15 Milyar lagi untuk penyelesaian jalur dari Muaro Kalaban hingga Pasar Silungkang.

“Dengan hadirnya direktur-direktur BUMN, dimohonkan untuk dapat dilanjutkan. Tanpa bantuan, kepedulian dan aksi nyata dari Pak Menteri beserta jajaran semuanya tidak akan terlaksana karena masih banyak proyek di Sumatera Barat yang harus dituntaskan,” kata Andre Rosiade.

Kemudian, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta turut memberikan apresiasi kepada kementerian atas jawaban dari ‘curhatan’ pemerintah daerah dengan diaktifkannya kembali salah satu potensi jalur kereta api di Sumatera Barat khususnya di Kota Sawahlunto.

Sebagai perwakilan dari masyarakat, Deri Asta merasa bangga dan luar biasa terima kasih kepada Menteri BUMN karena menambah destinasi wisata kereta untuk kota dan semoga dapat diteruskan hingga dapat mengaktifkan kembali perkeretaapian di Sumatera Barat. (PT)

bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini