Pesisir Selatan Membutuhkan Penambahan Dua Pos Damkar

0
270
ads
PadangTIME.com | Tidak semua upaya pemadaman yang dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran bila bencana terjadi bisa tercapai maksimal di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Hal itu akibat dari masih terbatasnya sarana dan prasarana dalam melakukan penanganan bila bencana kebakaran terjadi.
Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pessel, Dailipal, mengakui Senin (5/9) bahwa di daerah itu seringkali objek yang terbakar sudah hampir habis, petugas dan mobil pemadam kebakaran baru sampai ke lokasi, terutama sekali pada daerah yang jangkauannya jauh dari titik pos pemadam kebakaran (Damkar).
Dijelaskannya bahwa kondisi ideal ketersediaan sarana dan prasarana untuk penanganan kebakaran (pos damkar red) berada pada setiap radius 7,5 kilometer. Pada radius itu ada 1 unit pos damkar yang dilengkapi dengan 5 orang personel dan 1 unit mobil damkar.
“Sebab rentang waktu penanganan ketika terjadi laporan kebakaran adalah selama 15 menit, mulai dari pengisian air hingga api padam. Namun hal itu tidaklah memungkinkan bisa tercapai di Pessel,” ucapnya.
Walau demikian, setidaknya Pessel butuh penambahan 2 titik pos damkar lagi beserta mobil damkar dan personil, dan pemindahan 1 titik pos damkar.
Penambahan dua titik itu adalah di Kecamatan Koto XI Tarusan dan Kecamatan Silaut. Sebab dua kecamatan itu jangkauannya cukup jauh dari pos damkar terdekat.
Sedangkan pemindahan titik pos damkar adalah titik Pos Damkar Balaiselasa yang terdapat di Kecamatan Ranah Pesisir, dipindah ke Kecamatan Linggo Sari Baganti. Dia beralasan titik Pos Damkar yang di Balai Selasa itu terlalu berdekatan dengan titik pos damkar yang berada di Kambang Kecamatan Lengayang.
“Perlu juga diketahui, saat ini Pessel baru memiliki 5 unit mobil damkar, dan 4 pos damkar. Empat pos damkar itu diantaranya adalah, Pos Damkar Painan, Kambang, Balaiselasa, dan Tapan,” jelasnya.
Diungkapkannya bahwa dengan wilayah Pessel yang memanjang hingga 243,2 kilometer dari utara ke selatan dengan berbagai medan yang sulit, tentu tidak mampu menjangkau wilayah yang memanjang dalam waktu singkat bila hanya empat pos damkar dan 5 unit mobil damkar tersebut.
“Apalagi 1 unit diantara mobil damkar itu tidak bisa menyemprotkan air, sehingga hanya difungsikan sebagai armada angkut air saja bila kebakaran terjadi,” ucapnya.
Dia menambahkan bahwa untuk memenuhi keterbatasan sarana dan prasarana tersebut,  pihaknya terus berupaya mencari peluang-peluang bantuan untuk penambahan unit mobil pemadam kebakaran.
“Upaya itu mesti dilakukan, karena penambahan pos dan mobil damkar adalah menyangkut keselamatan jiwa serta harta benda masyarakat,” ujarnya.
Untuk meminimalisir dampak yang terjadi, pihaknya juga mendorong masyarakat agar menyediakan racun api, karung goni dan memeriksa segala sesuatu di dalam rumah yang bisa menyebabkan kebakaran. (pt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini