Pertalite untuk Desil 9 dan 10 Bakal Dibatasi? Pertamina Tunggu Keputusan Pemerintah

0
2212

PT Pertamina masih menunggu arahan pemerintah terkait rencana pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite bagi masyarakat yang masuk kelompok desil 9 dan 10.

VP Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron mengatakan perusahaan belum menerima arahan lanjutan mengenai kebijakan tersebut. “Kami masih terus menunggu arahan dari pemerintah terkait hal tersebut,” ujar Baron di Graha Pertamina, Rabu (26/8/2026).

Meski demikian, Pertamina terus mengkampanyekan penggunaan energi secara bijak. Langkah itu bertujuan mendorong masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan, tepat sasaran, sekaligus sesuai spesifikasi mesin kendaraan.

Sementara itu, pemerintah tengah mengkaji skema pembatasan Pertalite bagi kelompok desil 9 dan 10. Kelompok tersebut mencakup sekitar 20 persen masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya mengatakan pemerintah perlu menata kembali penyaluran subsidi agar lebih tepat sasaran. Menurutnya, masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi seharusnya tidak menerima subsidi BBM.

“Sebagian subsidi tidak tepat sasaran, masa orang kaya harus kita subsidi,” kata Bahlil di Kementerian Keuangan, Selasa (11/8/2026).

Selain berdasarkan kelompok ekonomi, pemerintah juga membuka opsi pembatasan berdasarkan jenis kendaraan. Bahlil mencontohkan kendaraan mewah seperti BMW dan Mercedes-Benz yang dinilai tidak semestinya menggunakan BBM bersubsidi.

Namun, hingga Rabu (26/8/2026), pemerintah belum menetapkan skema final pembatasan tersebut. Karena itu, Pertamina masih menunggu keputusan resmi sebelum menerapkan kebijakan baru.

Dengan demikian, masyarakat masih menanti kepastian mengenai mekanisme pembelian Pertalite bagi kelompok desil 9 dan 10.

#viral #trending #fyp #sumbar #padang #padangtime

(DESI ANGRIANI/idxchanel)

Baca Juga  KPK Sebut Sektor Pengadaan Barang dan Jasa Mendominasi Kasus Korupsi di Indonesia
* 
https://www.semenpadang.co.id/id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini