Pelaku UMKM Agam Harapkan BUMD Jadi Solusi

0
343

PadangTIME.com – Tingkatkan  usaha, para pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Agam masih terkendala soal jaringan pemasaran. Sehingga, rencana pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di daerah itu menjadi angin segar bagi mereka.

bebi

Netti Sumarni (50) pelaku UMKM asal Jorong Galapuang, Kecamatan Tanjung Raya,  mengatakan Selama pandemi Covid-19 mendera, dirinya mengaku mengalami kendala soal pemasaran produk olahan rinuak miliknya.

“Akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung dua tahun ini, membuat kami hanya bisa melayani pemesanan secara online, sementara susah menembus super market di masa pandemi ini,” ujarnya di sela Bazar UMKM pada Milad IKLA di Pekanbaru, Sabtu (22/1).

Menurutnya, pemasaran produk secara online saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap usahanya. Ia masih percaya pemasaran secara konvensional di gerai-gerai usaha seperti minimarket atau swalayan lebih efektif mendongkrak jumlah pemasaran.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat mendukung kemajuan usaha kami dengan membantu jaringan pemasaran, karena kami sangat terkendala dengan hal itu saat ini,” ujarnya.

Diungkapkan Netti, saat ini ia hanya menggantungkan mata pencahariannya di sektor UMKM olahan rinuak. Ia terpaksa mengalihkan usaha karamba jaring apung ke usaha kuliner, lantaran kondisi Danau Maninjau yang makin tercemar.

“Ini juga bentuk peralihan usaha di salingka Danau Maninjau, karena berkaramba tidak memungkinkan lagi, untuk itu kami berharap pemerintah mendukung usaha UMKM kami ini dalam rangka meningkatkan perekonomian rakyat,” harapnya.

Hal senada juga diutarakan Pipit (35) asal Lubuk Basung. Sebagai pelaku UMKM yang bergerak di usaha kue kering, ia sangat mendambakan kehadiran mall pemasaran produk UMKM yang dikelola langsung oleh pemerintah di Kabupaten Agam.

Soal rencana pendirian BUMD di Kabupaten Agam, dirinya mengaku telah mendengar informasi tersebut. Bahkan, ia sangat berharap kedepan dengan keberadaan BUMD dapat mendongkrak omzet usaha miliknya.

“Tentu nantinya di mall itu banyak produk bisa dipajang, tertata rapi, jaringan pemasarannya yang tersistem, pembeli jadi lebih tertarik. Dan ini juga bisa jadi pusat oleh-oleh bagi yang berkunjung ke Agam,” tuturnya.

Merespon kendala yang dihadapi pelaku UMKM tersebut, Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, MM mengungkapkan, saat ini pemerintah daerah tengah merumuskan pembentukan BUMD. Pihaknya menilai, BUMD tersebut dapat menjawab persoalan pemasaran produk UMKM di Kabupaten Agam.“Dengan BUMD yang akan didirikan ini, kedepan diharapkan dapat membantu mempromosikan sekaligus memasarkan produk UMKM yang ada di Kabupaten Agam. Karena memang BUMD inilah yang mampu memecahkan persoalan yang dihadapi pelaku UMKM dewasa ini,” ujarnya saat berdiskusi bersama pelaku usaha di bazar UMKM pada Milad IKLA Pekanbaru. (RH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini