Pangdam lll Siliwangi Dijamu Gubernur ini Berkunjung ke Sumatera Barat

0
554

PadangTIME.com – Kedatangan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo beserta rombongan ke Sumatera Barat (Sumbar), disambut hangat Gubernur Mahyeldi. di Istana Gubernuran untuk mempererat sillaturrahmi, Jumat (13/1)

Acara ramah tamah dilanjutkan dengan makan malam bersama juga dihadiri oleh Sekertaris Daerah Hansastri, Staf Ahli, Kepala OPD Lingkup Pemprov Sumbar, Forkopimda, dan Ketua PWI Sumbar.

Dalam pembicaraan ringan tersebut Gubernur mengangkat masalah meningkatnya kasus di Sumatera Barat. Diketahui masalah stunting sendiri berkaitan erat dengan gizi yang diperoleh dari makanan sehari-hari.

“Salah satu fokus Pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini dilakukan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal dan optimal, yang disertai dengan kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar dan berinovasi,” ujar Mahyeldi.

Masalah stunting yang sangat berkaitan dengan gizi dari makanan, membuat Pemerintah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah dengan program unggulan yaitu pengembangan ternak unggas di seluruh wilayah Sumbar.

Disampaikan, Pemerintah Sumbar telah berhasil memproduksi daging ayam hingga 43 ribu ton lebih dan telur sebanyak 401 ribu ton lebih.

Dikatakan lagi, bahwa Pemerintah Sumbar terus mengupayakan peningkatan produksi dan peningkatan kualitas, yaitu dengan membuat apartemen ayam/ unggas dengan sistem closed house.

Dengan adanya program ini Buya Mahyeldi berharap dapat bisa mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kualitas gizi makanan bagi masyarakat Sumbar. Selain itu juga meningkatkan pendapatan peternak.

Gubernur juga memuji hasil kerja yang telah di lakukan Pangdam III Siliwangi Kunto Arief Wibowo, salah satunya adalah Apartemen Ayam yang pernah ia kunjungi saat melakukan dinas ke Jawa Barat.

Sementara, Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, mengatakan Sumbar memiliki potensi alam yang luar biasa, dengan kondisi alam, tanah, dan air yang begitu melimpah.

“Ada beberapa persoalan yang menjadi perhatian kami di Jabar maupun di Sumbar yaitu sosial ekonomi, sosial budaya dan teknologi. Teknologi sebagai upaya kita untuk mengirim mindset kemudian menata sosial budaya, yang sebelumnya belum ada, menjadi ada,”

Terkait sosial budaya, di kesempatan tersebut ia memutarkan video program kerja yang telah dilakukan selama bertugas di Jawa Barat, namun program kerja tersebut juga pernah ia implementasikan di Sumbar saat ia menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 032/Wbr.

Program kerja tersebut antara lain Inovasi pompa hidran, pengaplikasian bios 44 pada udang, bios 44 bc pada pohon karet, inovasi pembutan es batu dan garam, inovasi mesin nusantara, inovasi bahan baku semen, pemanfaatan lahan tambang yang tidak digunakan kembali, penanaman mangrove di wilayah cirebon, pembukaan lahan kritis ex galian pasir, pemanfaatan lingkungan yang punya nilai ekonomis, dan lain sebagainya.

Mayjen Kunto juga menceritakan, pihaknya telah membuat pola peternakan ayam modern yang menggunakan sistem apartemen, berlokasi di Desa Cijipati, Kabupaten Bandung.

Disebutkan, Perternakan ayam yang dibentuk apartemen memiliki banyak keunggulan, peternakan ini juga dinilai ramah terhadap lingkungan dan sekaligus mendukung program Pangdam III/Siliwangi dalam konservasi lingkungan. “Semoga inovasi apartemen Ayam seperti itu juga dapat di kembangkan di Sumbar”.(PT)

bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini