ads
Nilai tukar rupiah sore ini melemah di level Rp 14.993 atas dolar Amerika Serikat (USD).
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, faktor pemicu melemahnya mata rupiah adalah sinyal kebijakan baru dari Bank Indonesia (BI) dalam menyikapi perkembangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan mempengaruhi kondisi dalam negeri.
“Ke depan, BI akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik. Serta, merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan stabilitas makroekonomi, stabilitas keuangan, termasuk penyesuaian lebih lanjut stance kebijakan bila diperlukan,” ujar Ibrahim dalam rilis hariannya, Selasa (5/7/2022).
Menurut dia, faktor pendorong lainnya yakni neraca transaksi berjalan mencatatkan surplus pada 2021, didukung oleh perbaikan terms of trade seiring kenaikan harga komoditas, dan kembali mencatatkan surplus pada triwulan I-2022.
“Transaksi berjalan diperkirakan akan kembali defisit pada 2022 pada kisaran yang terkendali, sehingga mendukung ketahanan eksternal Indonesia,” ungkap Ibrahim.
Lebih lanjut dia memprediksi, untuk perdagangan besok, Rabu (6/7) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 14.990 – Rp 15.050.  (pt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini