Mau Ciptakan Kualitas Udara dan Gaya Hidup Sehat? Wajib Pahami PM2.5 dan Dampaknya Sebelum Beli Hunian

0
185
ads
PadangTIME.com | Mendapatkan lingkungan rumah yang sehat merupakan impian setiap pembeli rumah. Lain halnya dengan rumah yang tidak sehat.
Ciri-ciri Rumah yang tidak sehat antara lain kualitas udara,  pencahayaan dan ventilasi tidak memadai, tidak ada resapan air, serta kurangnya supply kualitas udara bersih di area hunian.
Hal ini bisa dilakukan dengan mengetahui kualitas udara yang memiliki PM2.5 rendah. Namun, sebenarnya apa itu PM2.5?
“PM2.5 merupakan sebuah partikel berukuran <2,5 mikro dan dianggap paling berbahaya karena sifatnya yang ringan hingga dapat bertahan lama di udara. Bahkan dampak dari PM2.5 ini bisa membuat iritasi pada mata, hidung, asma, flu hingga kulit kering,” tutur dr. Elfa Satri, dokter umum yang terafiliasi dengan Halodoc.
Diketahui bahwa PM2.5 ini memiliki ukuran yang sangat kecil, bahkan hanya sebesar pasir dan tidak bisa disaring oleh tubuh manusia. Salah satu dampak PM2.5 juga dapat menurunkan kecerdasan serta menurunkan fungsi kognitif pada anak kecil.
“Menurut data studi yang dilakukan oleh Air Quality Life Index bekerjasama dengan University of Chicago, PM2.5 dapat menurunkan angka harapan hidup. Di daerah tertentu seperti Jabodetabek, pengurangan angka harapan hidup ini bahkan bisa mencapai 5-7 tahun,” jelas Nathan Roestandy, CEO and Co-Founder Nafas Indonesia.
Selain itu, polusi PM2.5 Di daerah perumahaan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli rumah. Dapat diestimasikan kualitas udara di dalam ruangan memiliki besar kemiripan 95 persen dengan polusi PM2.5 di area di luar ruangan. Dengan begitu, kualitas polusi PM2.5 di dalam rumah tidak berbeda jauh dengan yang ada di luar rumah.
“Dampak memiliki lingkungan area rumah yang memiliki PM2.5 tinggi di antaranya dapat menyebabkan asma, risiko mengembangkan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), fungsi paru-paru berkurang, gangguan perkembangan saraf hingga risiko penyakit lebih tinggi saat dewasa,” ungkap Nathan Roestandy. Data ini juga menunjukkan bahwa polusi PM2.5 dapat dipengaruhi oleh curah hujan dan angin. Secara rata-rata, polusi PM2.5 ditaksir lebih tinggi di pagi hari dan sifatnya cukup fluktuatif. Selain itu, kadar polusi PM2.5 tidak akan mengalami penurunan hanya dengan pengurangan mobilitas kendaraan bermotor saja.
Salah satu rekomendasi rumah sehat yaitu proyek Tamaruma yang informasinya dapat diakses melalui aplikasi Pinhome. Area sekitar proyek ini memiliki kualitas udara yang baik. Kualitas udara yang baik didukung pula oleh banyaknya area hijau. Tersedia club house untuk menunjang kebutuhan pola hidup sehat penghuni.
Tamaruma didukung pencahayaan alami melalui jendela besar didalam rumah dan sirkulasi udara yang baik melalui floor to ceiling sebesar 2,8 meter.
Proyek perumahan Tamaruma juga merupakan salah satu perumahan yang menjadi bagian dari promo GELEGAR yang saat ini berlangsung. Melalui promo ini, Pinhome memberikan garansi anti bocor selama satu tahun kepada pembeli. Sebagai informasi, Pinhome merupakan pionir e-commerce properti, jasa rumah tangga, dan gaya hidup.
Pada Juli 2022 lalu, Pinhome resmi bekerjasama dengan Nafas, perusahaan rintisan berbasis teknologi yang memfokuskan diri dalam manajemen kualitas udara. Kerjasama ini terjalin pada Rabu (1/07/2022) diresmikan oleh Dani Budianto selaku Head Marcomm & PR Pinhome.
Tentunya, kolaborasi ini semakin memperkuat eksistensi Pinhome dan Nafas dalam menyediakan hunian dengan kadar polusi udara yang terukur.
(pt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini