HUT Bundo Kanduang ke-49, Bundo Kanduang Kota Pariaman Gelar Seminar

0
3634
Padang TIME.com – Dalam rangka HUT Bundo Kanduang ke-49 tahun 2023 , Bundo Kanduang Kota Pariaman menggelar seminar dengan tema “Etika dan Estetika Perempuan Minangkabau Menurut Adat Basandi Syara’ – Syara’ Basandi Kitabullah” yang dilaksanakan di Balairung Rumah Dinas Walikota Pariaman, Minggu (5/11).

Seminar tersebut diikuti oleh pengurus Bundo Kanduang Kota Pariaman, pengurus Bundo Kanduang Kecamatan, pengurus Bundo Kanduang Desa Kampung Baru dan Kelurahan Kampung Pondok Kecamatan Pariaman Tengah dan Ketua KAN se-Kota Pariaman dengan narasumber dari Bundo Kanduang Provinsi Sumatera Barat, Puti Reno Raudha Thaib.

Dalam sambutannya, Penjabat Wali Kota Pariaman, Roberia sekaligus payung panji Bundo Kanduang Kota Pariaman mengatakan bahwa tema yang diambil oleh Bundo Kanduang Kota Pariaman tentang “Etika dan Estetika Perempuan Minangkabau Menurut Adat Basandi Syara’ – Syara’ Basandi Kitabullah”, secara pribadi saya sangat setuju.

“Kita harus ada etika dan estetika, karena hukum yang baik itu dasarnya etika dan estetika yang merupakan hukum yang baik untuk mengatur Kota Pariaman karena kita Indonesia negara hukum. Namun apabila kita langsung meloncat ke hukum tanpa dikuatkan pondasi etika dan estetika nantinya hukum bisa dicari celah untuk dimanfaatkan. Sebaliknya jika etika dan estetika dikuatkan, insyallah hukum itu tidak akan dicari celahnya untuk dimanfaatkan”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Roberia juga menjelaskan bahwa bundo kanduang dan niniak mamak semua, kita sadari sistem demokrasi dan adat budaya masyarakat minangkabau memegang tegas ABS-SBK bahkan di ranah hukum menjadi norma hukum yang kuat. Artinya di negara hukum ini siapapun harus wajib menghormati ABS-SBK meskipun bukan orang minangkabau yang tinggal di Provinsi Sumbar apalagi kita yang orang minangkabau.

“Diketahui bahwa fungsi utama bundo kanduang adalah sebagai perempuan minagkabau dan limpapeh rumah nan gadang yang mewariskan nilai-nilai adat dan budaya dalam keluarga sebagai memfilter supaya anak-anak kita tidak terjerumus budaya yang tidak benar”, terangnya.

Kepengurusan bundo kanduang di desa dan kelurahan Kota Pariaman masih dua yang terbentuk kepengrusuannya yakni Bundo Kanduang Desa Kampung Baru dan Bundo Kanduang Kelurahan Kampung Pondok. Semoga desa dan kelurahan lainnya bisa secepatnya membentuk kepengurusan bundo kanduang.

“Peran bundo kanduang juga diharapkan bisa mendukung pemerintah kota untuk menjadikan Kota Pariaman sebagai daerah tujuan wisata yang bersih, nyaman dan sehat”, pungkasnya. (rika)

bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini