ad
Padang TIME – Jurusan Pendidikan Guru Paud Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (PGPaud FIP UNP) kembali melaksanakan Internasional Conference of Early Childhood Education (ICECE 6, 2021) yang dihadiri oleh Bupati Padang Pariaman dan narasumber dari lima negara, Selasa.

Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur di Padang, Selasa mengatakan dalam kondisi pandemi COVID-19 pendikan anak usia dini sangat penting, sebab ada perubahan yang terjadi dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, baik untuk SD, SMP dan SMA.

bebi

“Oleh sebab itu ada beberapa hal yang dilihat dan dikaji bahwa target kita di Indonesia pada tahun 2030-2040 mendapatkan bonus demografi. Jika dilihat dari angka partisipasi kasar khusus di Sumbar kita masih rata-rata di bawah 50 persen,” ujar dia.

Suhatri mengatakan, yang akan menerima bonus demografi pada tahun tersebut adalah anak-anak usia dini yang berumur 0 sampai 6 tahun.

Untuk itu, lanjutnya, para guru Paud jika mengacu pada Permendikbud nomor 13, yang dikatakan dengan pendidikan anak usia dini tidak hanya sekolah Paud yang dibesar-besarkan tapi sampai ke Playgroup.

Ia juga menyampaikan teknologi informasi perlu jadi bahan evaluasi dalam membentuk karakter si anak, jika kebablasan akan menjadi petaka. Untuk itu, pihaknya mengingatkan agar guru dan orang tua anak usia dini bijak dalam penggunaan teknologi bagi si anak.Di akhir paparannya, Suhatri secara resmi membuka kegiatan konferensi internasional itu yang ditandai dengan pemukulan palu. Ia merasa bangga sebab dari sekian banyak Bupati dan Wali Kota di Sumbar, dirinya diberi kesempatan untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNP, Dr Refnaldi, M.Litt menyampaikan kegiatan ini mengangkat tema “Child’s Care and Stimulation During Covid Outbreak Around The Globe”.

Ia mengapresiasi kegiatan ini karena dapat meningkatan pengetahuan dan memperluas jaringan PG PAUD karena banyak presenter dan partisipan yang bergabung baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Terpisah, Ketua Jurusan PG Paud UNP Dr Yaswinda mengatakan ICECE merupakan acara rutin dua tahunan yang dilaksanakan oleh Jurusan PG Paud. Menurut dia, acara ini sangat penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan karena saling berbagi informasi para akademisi, mahasiswa, dan guru.

Ia mengatakan dalam konferensi ini juga dibuka kesempatan untuk menjadi presenter dan tulisannya akan dipublikasikan di proceeding internasional yang bereputasi yaitu Atlantis Press.

“Alhamdulillah sudah banyak paper yang masuk dari para mahasiswa termasuk dosen yang ada di UNP dan luar kampus termasuk luar negeri. Dengan acara ini juga terjalin komunikasi antara guru, akademisi dan juga mahasiswa baik S1 dan S2,” ucapnya. (pt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here