PADANGTIME.COM — PT Semen Padang membekali 36 tukang bangunan di Kota Padang dengan keterampilan memasang Semen Padang Bata Interlock atau SEPABLOCK. Pelatihan ini berlangsung selama empat hari, 8–11 September 2026, di Diklat PT Semen Padang.
Para peserta berasal dari 12 kelurahan di Kecamatan Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, dan Pauh. Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, membuka pelatihan tersebut, Selasa (8/9/2026).
Selanjutnya, Guru Besar Departemen Teknik Sipil Universitas Andalas, Prof. Jafril Tanjung, memberikan pembekalan teori dan praktik pemasangan SEPABLOCK.
Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, mengatakan perusahaan terus mendorong peningkatan kompetensi tukang. Menurutnya, tukang berperan penting dalam memastikan produk konstruksi terpasang sesuai ketentuan teknis.
“Pelatihan tukang SEPABLOCK ini merupakan bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap pengembangan profesi tukang bangunan,” kata Idris.
Sementara itu, Hernes menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Selain meningkatkan keterampilan, program ini diharapkan membuka peluang ekonomi bagi peserta.
Pada pelatihan kedua ini, jumlah peserta meningkat dari 25 orang pada 2023 menjadi 36 orang.
Di sisi lain, Kepala Unit Produksi Bata Interlock Presisi (BIP) & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra, menyebut kebutuhan tukang terampil semakin meningkat. Tahun ini, lebih dari 1.000 unit hunian tetap (huntap) dibangun di sejumlah daerah Sumatera Barat.
“Keahlian tersebut sangat dibutuhkan di tengah banyaknya SEPABLOCK digunakan untuk pembangunan hunian tetap di beberapa daerah di Sumatera Barat,” ujar Yelmi.
Selain itu, Prof. Jafril menilai SEPABLOCK memiliki metode pemasangan saling mengunci yang sesuai untuk pembangunan rumah di wilayah rawan gempa. Ia berharap peserta mampu menerapkan teknik tersebut secara tepat di lapangan. (*)

















