Pesisir Selatan Siap Luncurkan Program Makanan Sehat Bergizi untuk 154 Ribu Pelajar

    0
    147
    Pesisir Selatan – padangtime.com | Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Mawardi Roska, SIP, menyampaikan Amanah pada Apel bungan ASN Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (4/11), pagi, di Painan. 
    Jika program makan sehat bergizi di Pesisir Selatan maka akan menyasar sebanyak 154 ribu orang siswa atau anak sekolah di Pesisir Selatan. Angka ini belum termasuk BALITA dan Ibu Hamil, yang membutuhkan asupan gizi cukup. Pastinya, program pemerintah ini akan membutuhkan bahan pakan; telur, daging, ikan, sayur dan buah-buahan. 
    “KAMI menghimbau kita semua untuk secara serius mendukung program makan sehat bergizi yang akan diluncurkan pemerintah di Kabupaten Pesisir Selatan,”tututnya. Contohnya, jeruk untuk permintaan pasar di Pesisir Selatan saat ini berjumlah 200 ribu ton per hari. Tentu saja peluang pasar yang besar harus dimanfaatkan dengan baik sebagai sumber pendapatan alternatif selain sumber pendapatan yang telah ada. 
    Untuk itu Ia mengajurkan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan dan pemangku kepentingan terkait di Pesisir Selatan serius melihat pelauang ini, dan memetakan potensi sumber-sumber produksi yang ada atau mengolah lahan tidur menjadi produktif. 
    “Program akan sehat gratis ini, sejatinya adalah program dari Allah SWT, dan sangat mulia,” tuturnya. 
    Menurutnya, semua elemen atau elemen masyarakat daerah harus bersineegi, berkomuniaksi dan berkolaborasi secara inklusif, termasuk dengan para prajurit TNI, atau mantan babinsa bersatu padu dengan masyarakat untuk meningkatkan fungsi lahan dari tidak produktif menjadi produktif. Seperti yang dilakukan oleh Serma (Purn) TNI Jamril di Pulakek Lakitan Selatan, Kecamatan Lengayang yang memanfaatkan lahan tandus menjadi hijau dan produktif. 
    Dikatakan, produksi telur dari produsen telur itik di Payakubuh tidak akan mampu memenuhi kebutuhan telur program makanan sehat gratis di seluruh daerah, termasuk Pesisir Selatan. Sebab, mereka juga harus memenuhi kebutuhan dari luar Sumatera Barat, terutama Jambi, Riau dan Bengkulu
    “Tentunya telur dari Payakumnuh atau Kabupaten Lima Puluh Kota juga dibawa ke luar Sumatera Barat, karena juga diminta oleh konsumen di Jambi dan Riau,”tukasnya. 
    Intinya, kesenjangan produksi dan kebutuhan salah satu komoditas ini sangat berpotensi mempengaruhi pasar di kawasan regional ini, atau nasional. Karena, permintaan yang banyak dan menyeluruh. 
    Karena itu ia meminta seluruh pelaku pasar dan pemangku kepentingan di Pesisir Selatan serius melihat ini sebagai tatangan dan peluang ekonomi bagi keluarga, dengan meningkatkan fungsi lahan di sekitar kita, seperti perkatangan rumah. 
    Program makan sehat gratis akan mulai dilaksanakan awal tahun ini. Harga atau Indeks per siswa diperkirakan sebesar Rp30.000,- atau nilai uang untuk satu paketnya. 
    Ia melihat program makanan sehat bergizi yang dicanangkan pemerintah ini akan ikut menggerakan faktor-faktor ekokomi di Pesisir Selatan, termasuk petani peternak. Caranya dengan melakukan koordinasi, komunikasi, singkronisasi,.mengatasi hal-hal kecil di sekitar kita. Seperti, masalah Srikandi, ribet atau banyak pekerjaan adm akhirnya dilakukan secara manual. 
    Menururnya, semua pihak terkait di dalam program menjalin hubungan yang sinergi dan mendorong komunikasi dan koordinasi ke arah yanh inklusif, dan beralih dari zona nyama ke arah yang penuh tantangan. Kondisi ini juga berlaku bagi Pemerintah Daerah dalam mencapai kemampuan viskal yang kuat. Yakni, hanya sebesar 10,7 miliar rupiah. 
    “Karena, belum idealnya menjalankan otonomi daerah maka semetara ikuti saja dulu orang tua,” katanya. (*)
    Baca Juga  Bupati Hendrajoni Resmikan Pesantren Ramadan, Wujud Progul Nagari Mangaji
    * 
    https://www.semenpadang.co.id/id

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini