Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mendorong penguatan literasi demokrasi dan pendidikan politik secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat menuju Pemilu 2029.
Vasko menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan 2026 yang digelar KPU Sumbar di Aula UPTD Pelabuhan Perikanan Wilayah I Carocok Painan, Pesisir Selatan, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Vasko, masyarakat tidak cukup hanya memahami cara menggunakan hak pilih. Mereka juga perlu memahami sistem demokrasi, tahapan Pemilu dan Pilkada, serta konsekuensi dari pilihan politik.
“Yang kita harapkan bukan hanya masyarakat datang ke TPS dan menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami mengapa mereka memilih dan apa konsekuensi dari pilihan tersebut,” ujar Vasko.
Karena itu, ia meminta pemerintah, penyelenggara Pemilu, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat memperkuat edukasi politik secara konsisten.
Sementara itu, Anggota KPU RI Betty Epsilon Idroos mengatakan persiapan Pemilu 2029 akan mulai berlangsung bertahap sejak 2027. Ia menyebut partisipasi pemilih Sumbar pada Pilkada 2024 sekitar 57 persen, masih di bawah rata-rata nasional 71,39 persen.
Selain itu, Betty menilai Generasi Milenial dan Gen Z yang mencapai hampir 60 persen pemilih membutuhkan pendekatan edukasi yang sesuai dengan karakter mereka.
KPU juga mendorong Pemilu inklusif, termasuk memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses informasi dan layanan kepemiluan. Selanjutnya, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu strategi untuk memperluas edukasi demokrasi.
(adpsb/bud)
#viral #trending #fyp #sumbar #padang #padangtime

















