Padang TIME.com – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam Sumatera, melakukan kunjungan ke lapangan untuk melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) berbagai infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir di Kota Pariaman tahun 2025 lalu, sekaligus memastikan bantuan kemasyarakatan terdampak bencana tepat sasaran dan tuntas.
“Kita ingin memastikan infrastruktur apa saja yang belum diperbaiki, yang telah dilaporkan melalui Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) yang disampaikan oleh Pemerintah Kota Pariaman ke Pemerintah pusat,” ujar Wakil II Pos Komando Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatera, Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma (Pamen Mabesad), ketika meninjau kelapangan bersama Tim, Kamis (11/6/2026).
Tim Supervisi Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatera, diisi juga oleh Anggota Pos Komando Analisis dan Evaluasi Satgas PRR, Gatot Satria Wijaya (Analis Kebencanaan Ahli Madya, Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB), Anggota Pos Komando Data Satgas PRR, Sertu Tri Wahyu Hadiyanto, Kodim 0308 Pariaman dan beberapa Kepala OPD Pemko Pariaman terkait.
Pada kesempatan ini, Tim Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatera ini, melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi yang di Monev, di antaranya peninjauan lokasi Rumah Relokasi Percontohan Sepablock di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara dan peninjauan Rumah Terdampak Bencana di Desa Punggung Ladiang yang juga berada di Kecamatan Pariaman Utara.
“Alhamdulillah, sudah ada yang membangun kembali rumahnya dengan menggunakan Sepablock, sebagai rekomendasi nantinya untuk menjadi Rumah Relokasi Percontohan yang dapat diikuti oleh warga yang rumahnya memang sudah tidak layak huni lagi,” tukasnya.
Lebih lanjut Kolonel TNI AD ini bersama tim juga meninjau kerusakan yang ada di Sekolah di SDN 01 Desa Balai Naras dan SMPN 7 Pariaman Desa Manggung, di Kecamatan Pariaman Utara, dimana untuk SMPN 7 Pariaman yang mengalami kerusakan paling parah.
“Kami juga meninjau infrastuktur yang rusak, tepatnya jembatan gantung (Rajang) yang berada di Desa Rambai dan Desa Kampung Apar yang memang sangat mendesak untuk diperbaiki, mengingat fungsi jembatan gantung ini sangat vital untuk aktivitas masyarakat,” ungkapnya.
Tim Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatera ini menekankan skala prioritas dalam pembangunan infrastruktur yang rusak, seperti infrastruktur Pendidikan (sekolah), Kesehatan (Faskes), Jalan dan Jembatan, yang nantinya untuk pembangunanya akan dilakukan secara bertahap.
“Kami di Tim Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatera, mempunyai target untuk pembangunan kembali infrastuktur yang ada, karena itu, kepada Pemko Pariaman agar bersama dengan kami untuk mendampingi dalam pembangunan infrastruktur yang rusak tersebut agar dapat dibangun kembali,” tutupnya. (J)















