ads
Oleh :Asniati SE, MBA, Ak, CA, CSRA
PadangTIME.com ~ Sebagai bagian dari tugas tridarma perguruan tinggi, tim dosen jurusan akuntansi fakultas ekonomi unand mengadakan pengabdian masyarakat berupa pelatihan manajemen dan tata kelola nagari.
Pengabdian ini diberi judul “Implementasi Sistem Informasi Manajemen Magari (SIMnag) dalam Rangka Digitalisasi Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat”.
Pelatihan ini diadakan jumat 24 Juni 2022, di Mess Pemkab Agam. Target sasaran dari Pengabdian ini adalah Wali Nagari dan Operator Kantor Kenagarian di Wilayah Agam Timur, Kabupaten Agam. Pelatihan ini dihadiri oleh 74 peserta yang berasal dari 10 kecamatan, yaitu Kecamatan Palupuh, Baso, Ampek Angek, Canduang, Tilatang Kamang, Kamang Magek, Banuhampu, Sungai Pua, IV Koto, dan Malalak.
Pembukaan dihadiri oleh Bupati Agam Bapak Andri Warman. Dalam sambutannya beliau menjelaskan dari 82 nagari yang ada di Agam, sebagian besar sudah melakukan pelayanan dengan menerapkan layanan berbasis elektronik.
Namun, untuk menerapkan Sistem Informasi Manajemen Nagari (SIMNag) diperlukan pemanfaatan teknologi secara maksimal yang membutuhkan wali nagari punya kemampuan manajerial.
Sistem Informasi Manajemen nagari (SIMNag) merupakan bentuk dari Pemerintahan digital (e-government) yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada pengguna, yang ditujukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.
“Sumatera Barat memiliki 928 Nagari, 70% dari Nagari tersebut sudah memiliki memiliki Website, namun 80% dari Website tersebut tidak aktif digunakan. Di samping itu, belum ada yang mengintegrasikan Website tersebut dengan Sistem Informasi Manajemen (SIMNag), maka hal ini harus diinisiasi” kata Dr. Asniati SE, MBA, Ak, CA, CSRA sebagai ketua pengabdian.
“Hal tersebut terjadi karena, kurangnya pemahaman mitra tentang metode tata kelola pemerintahan yang tepat, kurangnya pemahaman mitra tentang manajemen sistem informasi berbasis computer, kurangnya pemahaman mitra tentang penggunaan Sistem Informasi Manajemen Nagari (SIMNag) berbasis Website, dan kurangnya kemahiran aparat Nagari di dalam mengelola Sistem Informasi Manajemen Nagari (SIMNag) berbasis Website” lanjut Asniati.
Materi pelatihan implementasi SIMNag diberikan oleh  Asniati SE, MBA, Ak, CA, CSRA berkolaborasi dengan Bapak Jefril Rahmadoni, M.Kom. Pemateri memaparkan sebuah program tatanan desa yang memudahkan masyarakatnya dalam mendapatkan informasi secara tepat dan cepat yang disebut dengan Smart Village.
Indikator dari terlaksananya smart village adalah smart economy, smart environment, dan smart society. “untuk mendukung terwujudnya smart village ini, dibuatlah Aplikasi SIMNag yang didesain untuk mengelola informasi mengenai Nagari, profil Nagari, sejarah Nagari, struktur Nagari, peta Nagari, lambing Nagari, potensi kekayaan, prestasi Nagari, berita Nagari, info wisata, serta pengumuman.
Selain itu, beberapa keunggulan juga ditawarkan oleh aplikasi ini, yaitu perantau bisa entri sendiri data diri dan keluarga nya, Penduduk dapat entri dan update data diri dan keluarga nya, penduduk dapat memohon surat secara on-line, nagari difasilitasi dengan data statistik Nagari dan perantau, penduduk dapat membuat Aduan secara online, dan nagari dapat menyimpan arsip secara online,” jelas Jefril. Aplikasi ini juga disiapkan sistem keamanannya untuk menjaga stabilitas dan keakuratan data yang ada pada aplikasi. (pt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini