SAMBUTAN LAKSAMANA MADYA TNI (PURN.) DJOKO SUMARYONO TENTANG HARGIANTO

0
2171
Padang TIME | Sungguh, saya terharu sekaligus bangga sekali manakala Laksamana Pertama TNI Hargianto meminta saya menulis sepenggal kata sambutan untuk buku otobiografinya ini. Terharu, karena caranya meminta sopan sekali dan sangat terasa menghargai seniornya, yang kebetulan pernah menjadi atasannya di era 2000-an, atau sekitar dua dekade silam. 
Bangga, karena Hargianto merupakan satu dari sedikit prajurit AL yang berhasil meraih karir serta prestasi cukup membanggakan, dan menuangkan pengalamannya dalam bentuk buku otobiografi.
Saya mulai berinteraksi cukup dekat dengan Hargianto ketika saya menjabat Panglima Komando Utama (Pangkotama) TNI AL Armada Kawasan Barat (Juli 2002-Maret 2003). 
Waktu itu Hargianto menjabat sebagai Komandan KRI Silas Papare dengan pangkat Letnan Kolonel.
KRI Silas Papare merupakan salah satu dari enam Kapal Perang RI jenis korvet kelas Parchim yang dimiliki Armada Kawasan Barat waktu itu. Dari beberapa kali interaksi itu, saya langsung mahfum bahwa perwira pelaut satu ini sangat tangkas, disiplin, dan mumpuni di bidangnya. Dia juga sangat berwibawa, disegani dan disayangi anak buahnya.
 
Semua penugasan yang diberikan kepadanya selalu dijalankannya dengan penuh semangat dan sukses. Misalnya, dalam penugasan latihan tempur “Operasi Amfibi” di perairan Sorong, Jayapura. Letkol Laut (P) Hargianto dengan KRI Silas Papare-nya bersama dengan lima KRI lainnya, membuat atraksi memukau Formasi 1 yang merupakan manuver penghormatan, dengan melintas di samping kapal VIP di mana di situ ada Bapak KSAL
Laksamana Bernard Kent Sondakh, para Panglima Komando, serta sejumlah anggota DPR RI. Dengan kecepatan tinggi dan diterpa gelombang setinggi hampir empat meter, manuver penghormatan itu berhasil dengan elok dan mendapat applause bergemuruh.
 
Dari Sorong, KRI Silas Papare bersama dua KRI lainnya, yaitu KRI Teuku Umar dan KRI Sultan Thaha Syaifuddin, langsung bertolak menuju ke perairan Andaman, Nicobar, India, guna melaksanakan penugasan selanjutnya, yaitu mengikuti Latihan Bersama “Multilateral Exercise Milan 18”. Letkol Laut (P) Hargianto dengan KRI Silas Papare sukses mengikuti latihan bersama itu dengan bertindak sebagai pemimpin delegasi dari Indonesia. (***)
bebi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini