padangtime.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk menghadapi tantangan kebencanaan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen itu ditegaskan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Payakumbuh di Ruang Pertemuan Josrizal Zain, Kantor Wali Kota Payakumbuh, Rabu (25/2/2026).
Rakor tersebut membahas penanggulangan bencana, sinkronisasi program pembangunan, dan strategi penguatan ekonomi daerah. Kegiatan ini merupakan bagian koordinasi maraton Pemprov Sumbar dengan seluruh daerah dan dilaksanakan di sela Safari Ramadan 1447 H.
Mahyeldi menekankan pentingnya kolaborasi agar program pembangunan berjalan selaras. Pertumbuhan ekonomi Sumbar yang berada di angka 3,37 persen dinilai menuntut kerja bersama yang lebih solid.
Ia menilai Payakumbuh bersama Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai kawasan pertumbuhan baru. Aktivitas ekonomi yang hidup hingga malam hari serta keberadaan pesantren dinilai mendorong kunjungan masyarakat dan pergerakan ekonomi lokal.
Gubernur juga menyinggung rencana pengembalian Dana Transfer ke Daerah (TKD) agar difokuskan pada pembangunan infrastruktur pascabencana. Ia menegaskan dana pembangunan harus memberi manfaat maksimal bagi tenaga kerja dan material lokal.
Selain itu, hilirisasi agroindustri seperti penguatan pasokan untuk rumah potong hewan modern dan industri rendang dinilai berpotensi besar. Transformasi pariwisata dan konektivitas transportasi Payakumbuh–Limapuluh Kota juga menjadi perhatian.
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyebut daerahnya strategis sebagai penghubung Sumbar–Riau, memiliki potensi kuliner 24 jam, serta peluang ekspor rendang melalui peningkatan standar kualitas.

















