Oleh: Karnedi
Program Doktor PPs
Universitas Negeri
Padang
PadangTIME.com – Menulis surat bisnis merupakan salah satu permasalahan pokok yang dihadapi oleh mahasiswa dalam penguasaan 4 keahlian berbahasa yaitu membaca, berbicara, mendengar dan menulis. Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai temuan peneliti terdahulu, hasil pre-test, observasi, dan pengalaman peneliti selama mengajar matakuliah surat bisnis. Permasalahan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor yaitu penguasaan kosa kata yang terbatas, ketidakmampuan untuk memahami tata bahasa, dan
kurangnya pengetahuan tentang dasar-dasar penulisan surat, serta
rendahnya minat dan motivasi belajar mahasiswa. Lecturer center
learning dan metode pengajaran konvensional menjadi faktor
penyebab masih rendahnya capaian hasil pembelajaran.
Permasalahan tersebut menjadi faktor pendorong peneliti untuk
mengembangkan sebuah model pembelajaran STAD terintegrasi
kecerdasan interpersonal untuk meningkatkan kemampuan Seven
C’s mahasiswa dalam menulis surat bisinis.
STAD merupakan singkatan dari Student Teams Achievement Division. Model pembelajaran STAD pertama kali dikembangkan oleh Robert Slavin dan rekan-rekannya di Universitas John Hopkins. Model pembelajaran STAD adalah salah satu strategi pembelajaran
kooperatif yang dilakukan dengan cara membagi mahasiswa dalam beberapa kelompok kecil yang beranggotakan 4 atau 5 orang dengan kemampuan akademik, jenis kelamin, suku/ras, usia, latar belakang yang berbeda-beda agar saling bekerjasama untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran.
STAD sebagai model pembelajaran kooperatif yang mendorong kolaborasi mahasiswa melalui pembelajaran dalam kelompok yang anggotanya beragam untuk menguasai keterampilan yang dipelajari. Anggota kelompok STAD dari berbagai latar belakang memiliki kecerdasan interpersonal yang berbeda sehingga menjadi kendala untuk berinteraksi dalam kelompok, STAD merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif dimana pembelajaran lebih berpusat pada mahasiswa. Student-Centered Learning menempatkan mahasiswa atau mahasiswa sebagai pusat proses belajar mengajar sehingga akan berkembang minat, motivasi, dan kemampuan individu untuk lebih aktif, kreatif dan inovatif, serta bertanggung jawab terhadap proses belajarnya,
Kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk dapat membangun hubungan dengan orang lain, berkomunikasi/berinteraksi secara efektif dengan orang lain, dan kemampuan memahami perasaan (sisi psikologis) orang lain. Untuk mencapai pembelajaran menulis surat bisnis melalui pembelajaran model STAD, setiap mahasiswa dalam kelompok STAD harus dibekali pengetahuan tentang pentingnya kecerdasan interpersonal dalam pembelajaran kelompok, baik berinteraksi secara individu dengan
individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok dan interaksinya. dengan dosen saat pembelajaran berlangsung,
Bagaimana kecerdasan interpersonal dapat membantu mahasiswa?
Mahasiswa dengan kecerdasan interpersonal yang tinggi dapat membangun dan memelihara hubungan sosial, bersimpati dengan dan memahami orang lain, memecahkan kesulitan dalam
hubungan sosial, dan mengenali komunikasi verbal dan nonverbal, antara lain.

Prinsip Seven C’s (tujuh C) dikembangkan oleh Henderson sebagai panduan dalam menulis surat bisnis yang efektif, baik dan benar: (a) Completeness (lengkap) memberikan pesan secara lengkap kepada penerima pesan sehingga penerima pesan mengetahui maksud.dan tujuan dari pesan yang disampaikan.
Pesan yang tidak lengkap akan menimbulkan kesalahpahaman karena penerima pesan akan berasumsi dan asumsi tersebut belum tentu
adalah apa yang kita maksudkan, (b).Conciseness (ringkas) Pesan singkat lebih menarik dan dapat dimengerti oleh pembaca, menyajikan hanya informasi yang relevan, dan menghindari pengulangan kata atau kalimat. Penyampaian pesan dengan kalimat yang berlebihan akan membingungkan pendengar ataupun pembaca terhadap maksud dari pesan kita tersebut. (c).
Concreteness (konkrit) Pesan yang disampaikan harus Konkret, dengan demikian penerima pesan dapat memahami dengan jelas pesan yang disampaikan. Pesan yang konkrit didukung dengan fakta dan data sehingga tidak disalahtafsirkan. (d) Clarity (jelas) menggunakan istilah yang tepat, relevan, dan pastikan pesan yang disampaikan tersebut memiliki tujuan yang jelas..(e). Courtesy (sopan) Pesan yang disampaikan menggunakan bahasa yang sopan, ramah, bijaksana, reflektif, dan menghargai tanpa ada unsur hinaan atau sindiran. Gunakan ungkapan yang tidak diskriminatif. (f) Correctness (akurat), Pesan yang disampaikan harus bebas dari kesalahan tata bahasa seperti penggunaan tenses, huruf besar, tanda baca,dan pilihan kata sehingga mudah dimengerti oleh penerima pesan tersebut.(g) Consideration (pertimbangan)
Pesan yang disampaikan harus mempertimbangkan penerima pesan. Ada tiga cara khusus untuk menunjukkan pertimbangan dalam surat bisnis; Fokus pada menggunakan kata “Kamu”
daripada “Aku” dan “Kami”, Menunjukkan manfaat kepada penerima pesan, dan Menekankan fakta positif dan menyenangkan kepada penerima pesan. Pengembangan Model pembelajaran ini didasarkan atas teori Slavin,
Gadner, dan Henderson. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran model STAD yang teritegrasi dengan kecerdasan interpersonal adalah sebagai berikut: Presentasi Kelas; Dosen mempresentasikan silabus dan kontrak perkuliahan diawal pertemuan. Dosen mempresentasikan ringkasan pokok bahasan surat bisnis diawal pertemuan. Sebelum mahasiswa bergabung kelompok STAD, dosen mempresentasikan pentingnya kecerdasan interpersonal dalam pembelajaran. Dosen mengulas kembali materi yang telah dipresentasikan oleh kelompok STAD terdahulu, sebelum kelompok STAD mulai memaparkan topik baru. Team-Work (STAD):
Dosen membagi kelas dalam beberapa kelompok kerja STAD yang terdiri dari 4 atau 5 orang mahasiswa. Dosen memprioritaskan pembagian kelompok kerja berbeda gender, kemampuan dan usia dalam masing-masing kelompok STAD. Proyek Kerja Kelompok: Mahasiswa membahas materi pembelajaran dalam kelompok kerja STAD dan setiap anggota kelompok menguasai materi.
Kelompok STAD mempresentasikan materi melalui audiovisual. Moderator pada kelompok STAD menawarkan kelompok STAD yang lain untuk memberikan komentar, saran dan pertanyaan terkait materi yang telah dipresentasikan. Tes atau Tugas: Dosen memberikan tes menulis surat biinis berdasarkan indikator Seven C’s kepada masing-masing kelompok STAD. Dosen mengingatkan mahasiswa agar menulis surat bisnis dengan mnggunakan bahasa mereka masing-masing. Peningkatan Nilai Individu: Dosen menyuruh mahasiswa mengumpulkan hasil menulis surat bisnis. Dosen memeriksa hasil menulis surat bisnis mahasiswa. Dosen memberikan nilai dan memasukan nilai tersebut ke lembar table penilaian dan mengkalkulasi kemajuan nilai mahasiswa. Penghargaan Tim: Masing-masing Tim
STAD mendapatkan sertifikat penghargaan atas kemajuan nilai rata-rata menulis mahasiswa. Dosen memberikan penghargaan pada hasil test individu dan hasil presentasi. Dosen memberikan nilai rata-rata kemajuan kelompok STAD dengan rangking: Tim baik, Tim hebat, dan Tim super. Keterkaitan Model pembelajaran STAD, kecerdasan interpersonal dan keterampilan
Tujuh C adalah bahwa Model pembelajaran STAD yang telah diintegrasikan dengan kecerdasan interpersonal terbukti efektif dan praktis dalam meningkatkan keterampilan Tujuh
C mahasiswa dalam menulis Surat Bisnis pada sebuah perguruan tinggi. Hal ini bisa dilihat pada hasil penelitian dibawah ini.
3 Kontribusi penerapan STAD model terintegrasi kecerdasan interpersonal terhadap peningkatan kemampuan menulis Seven C’s mahasiswa dapat terlihat dari meningkatnya nilai hasil tes mahasiswa pada kelas eksperimen selama 6 kali pertemuan setelah implementasi buku model dan buku mahasiwa di kelas eksperimen tersebut. Pada pelaksanaan STAD model terlihat bahwa setiap individu dalam kelompok STAD menunjukan kemampuan bekerja secara efektif dan kompak terhadap tim yang beragam. Masing-masing individu dalam Tim STAD saling menghargai, mendengarkan dan berkomunikasi/berinteraksi secara efektif.
Validitas, praktikalitas dan efektifitas penerapan pembelajaran model STAD terintegrasi interpersonal intelligence dapat dilihat dari hasil uji validitas oleh pakar, uji praktikalitas dari pengguna yaitu mahasiswa dan dosen serta peningkatan test menulis surat bisnis dan motivasi belajar mahasiswa. Hasil valdasi buku model oleh para ahli bahasa, isi, grafik dan tata letak adalah sebagai berikut: Konstruksi Buku 95 dengan kategori sangat valid,
Rasional Model 95 dengan kategori sangat valid, Teori pendukung 96.25 dengan kategori sangat valid,Syntaks dengan kategori sangat, Sistem sosial 94.24 dengan kategori sangat, Prinsip reaksi 92.52
dengan kategori sangat,
Sistim pendukung 93.5 dengan kategori sangat, Dampak pengiring dan instruksional 93.68 dengan kategori sangat, dan Implementasi pembelajaran 94.12 dengan kategori sangat. Nilai rata-rata hasil validasi adalah 94.20 dengan kategori sangat. Hasil Integrasi STAD pada buku Model untuk meningkatkan kemampuan menulis surat bisnis mahasiswa berada pada kriteria sangat valid. Hasil ini mengisyaratkan bahwa buku model ini bisa direkomendasikan sebagai buku ajar di perguruan tinggi
Efektifitas penerapan model pembelajaran STAD dapat dilihat dari hasil test selama enam kali pertemuan pada kelas experimen. Hasil tes kemampuan menulis surat bisnis mahasiwa dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Pertemuan pertama 68,20 dengan kategori baik,
Pertemuan kedua 74.85 dengan kategori baik, Pertemuan ketiga 75.69 dengan kategori sangat baik, Pertemuan keempat 77.04 dengan kategori sangat baik, Pertemuan kelima 78.30
dengan kategori sangat baik, dan pertemuan keenam 82.64 dengan kategori sangat baik. Nilai rata-rata 6 kali pertemuan adalah 76..12 dengan kategori sangat baik.
Hasil test menunjukkan keterampilan komunikasi Seven C’s mahasiswa dalam menulis surat bisnis meningkat dari pertemuan ke pertemuan. Mahasiswa memiliki kemajuan yang signifikan dalam menulis semua informasi yang diperlukan, memilih kosa-kata yang tepat, konkret dan akrab, menggunakan ungkapan yang menunjukkan rasa hormat, memilih ungkapan yang tidak diskriminatif, dan menggunakan tata bahasa yang baik dan benar.
Dari paparan diatas dapat ditarik kesimpilan bahwa STAD sebagai model pembelajaran kooperatif memberikan kontribusi pada kemampuan Seven C’s mahasiswa dalam menulis surat bisnis dan hasil uji validitas, prakticalitas dan efektifitas menunujukan bahwa Model ini berada pada valid, praktis, dan efektif kriteria. STAD sebagai Student-Centered Learning menempatkan mahasiswa sebagai pusat proses belajar mengajar. Kecerdasan interpersonal yang dimiliki individu dapat membangun hubungan dengan orang lain, berkomunikasi/berinteraksi secara efektif dalam belajar kelompok. Setiap mahasiswa dalam kelompok STAD harus dibekali pengetahuan tentang pentingnya kecerdasan interpersonal dalam pembelajaran dan berinteraksi dalam kelompok.
Baca Juga Pembawa Baki Bendera di Upacara HUT RI ke-80 Kota Padang: Gugup, Bangga, dan Haru
Powered by Inline Related Posts
















