padangtime.com | Di balik bergulirnya Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pesisir Selatan, terselip kisah inspiratif seorang perempuan tangguh, Vina, Ketua Yayasan Cipta Budaya.
Awalnya, Vina sempat gagal mengikuti jalur UMKM dan berkali-kali menghadiri pertemuan tanpa hasil. Namun tekad kuat membawanya tetap mempersiapkan dapur mandiri hingga akhirnya, di akhir Januari, ia menerima telepon langsung dari Bupati Hendrajoni yang menunjuknya mengelola program MBG di Kecamatan Bayang.
“Jam 11 malam, Bunda menelepon. Tanpa ragu saya jawab: ‘Siap, Bunda!’,” kenang Vina haru.
Sementara itu, Vina, Ketua Yayasan Cipta Budaya sekaligus pelaksana SPPG MBG di Kecamatan Bayang, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan semua pihak. Dapur yang ia kelola kini melayani 23 sekolah dengan melibatkan 50 tenaga kerja lokal.
Namun, Vina juga mengungkapkan adanya dinamika di lapangan. Awalnya direncanakan 3.500 porsi, kini realisasi hanya sekitar 3.000 porsi, lantaran beberapa siswa sudah tamat atau libur. Ia berharap, kuota yang tersisa dapat dialihkan ke sekolah lain yang belum terjangkau.
Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, menegaskan pentingnya menjalankan program MBG secara konsisten. Menurutnya, MBG memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Hal itu disampaikan Hendrajoni saat meresmikan Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur MBG di Kecamatan Bayang, Senin (28/4).
“Dengan program ini, kita tidak hanya memberi makan, tapi juga menanamkan harapan untuk masa depan generasi kita. MBG harus digalakkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan,” kata Bupati.
Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Darmasyah, jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, wali nagari, serta para kepala sekolah penerima manfaat MBG.
Program MBG di Pesisir Selatan ini menjadi tonggak penting bagi ketahanan gizi daerah, sekaligus pembuktian bahwa ketekunan dan kesiapan akan membuka jalan sukses. (pt)