Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah misalnya, menurut Mahyeldi buku SKB 3 Menteri Digugat Istana Bergoncang tidak hanya mengupas tuntas salah satu peristiwa hukum dan sosial paling signifikan di negeri ini, tapi juga menyuarakan kepedulian mendalam terhadap kearifan lokal dan hak-hak masyarakat yang kerap terpinggirkan.
Menurut pria yang juga penulis buku Agam Pesona yang Beragam dan Buku Kisah-kisah Korban Gempa 2009 setebal 351 halaman yang diterbitkan pada tahun 2010 lalu ini, buku SKB 3 Menteri Digugat Istana Bergoncang tersebut sekaligus sebagai bukti harga diri orang Minangkabau yang masih kokoh mempertahankan nilai-nilai adat, budaya dan agama.