padangtime.com – JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI, DR Lisda Hendrajoni, mendorong Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) agar tidak sekadar menjadi alternatif pendidikan. Menurutnya, PKBM harus menjadi mesin inklusi sosial yang membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang belum tersentuh sekolah konvensional.
“Sehingga saya merasa perlu ikut menginisiasi dan mengambil langkah untuk menguatkan PKBM yang belum banyak diberdayakan dengan membentuk Forum Komunikasi,” kata Lisda, Rabu (12/8/2026) di Jakarta.
Menurut Lisda, PKBM memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan, penguasaan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), sekaligus mendukung agenda pembangunan pendidikan nasional.
Karena itu, melalui inisiasi Forum Komunikasi PKBM Digital, Lisda merumuskan sejumlah peran strategis PKBM. Pertama, PKBM dapat memperluas kesetaraan akses pendidikan melalui program Paket A, B, dan C serta pembelajaran sepanjang hayat. Selain itu, PKBM dapat menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik dan potensi daerah.
Selanjutnya, PKBM dapat memperkuat pemberdayaan perempuan melalui jadwal belajar yang fleksibel, pelatihan vokasi, kewirausahaan, serta penguatan literasi keluarga. Dengan demikian, perempuan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Di sisi lain, PKBM juga perlu mendekatkan penguasaan STEM kepada masyarakat. Melalui literasi digital, pelatihan teknologi, hidroponik, pengolahan limbah, dan energi terbarukan, PKBM dapat memperkecil kesenjangan digital.
Lebih lanjut, Lisda menilai pemerintah perlu memperkuat kapasitas PKBM melalui peningkatan tata kelola, kompetensi tutor, dan sarana prasarana. Dengan langkah tersebut, PKBM dapat membantu meningkatkan APK dan APM, mengurangi kesenjangan gender, serta membuka peluang kerja sesuai kebutuhan ekonomi lokal.
Pada akhirnya, penguatan PKBM dapat mendorong lahirnya SDM yang adaptif, mandiri, dan berdaya saing global. (pt)

















