“Doakan kota yang kita cintai ini agar dalam beberapa dekade ke depan menjadi kota yang menyejahterakan, memajukan, dan rahmatan lil ‘alamin,” ujar Fadly Amran.
Ia menekankan visi pembangunan Kota Padang yang berlandaskan agama dan budaya menuju kota maju, sejahtera, pintar (smart city), dan sehat, dengan mengedepankan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Fadly juga berpesan agar jemaah menjaga kesehatan dan keamanan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia mengingatkan perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi yang lebih panas dan kering.
“Mari jaga apa yang kita makan, ikuti instruksi dokter, dan jangan memaksakan diri jika kondisi lelah,” ujarnya, sembari mengapresiasi kesiapan tim medis dan petugas pendamping.
Di akhir sambutannya, Fadly menyampaikan permohonan agar para jemaah mendoakan Kota Padang dan Indonesia.
“Mohon doakan kami di kampung halaman. Insyaallah doa kami menyertai perjalanan ibadah bapak dan ibu,” tuturnya.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dengan pembacaan Basmalah bersama.
Berdasarkan data panitia, 386 jemaah terdiri dari 154 laki-laki dan 232 perempuan. Jemaah tertua, Ranyam Jamaan Arif (84), dan termuda, Latifa Savina Putri Zuhrizal (15).
(Taufik/Raju/Ivan/Wiki)















